Dark/Light Mode

Bahlil: Swasembada Energi Butuh Terobosan Nyata

Kamis, 19 Februari 2026 15:13 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat menghadiri Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2/2026). Foto: Kemen ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat menghadiri Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2/2026). Foto: Kemen ESDM

RM.id  Rakyat Merdeka - Swasembada energi tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai target administratif. Dia harus dipandang sebagai pekerjaan besar yang membutuhkan langkah berbeda dan terobosan konkret.

Pesan tegas itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat menghadiri Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2/2026).

Bahlil menekankan, kemandirian energi hanya bisa dicapai melalui tindakan nyata dan inovasi teknologi. Ia mengingatkan, ketergantungan terhadap impor justru menjadi cermin kegagalan dalam mendorong swasembada secara serius.

“Teman-teman semua, jangan pernah kita bermimpi menjadi swasembada energi kalau tidak melakukan terobosan. Para importir energi mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita mendorong swasembada,” tegasnya.

Baca juga : Volker: Serangan Energi Rusia Tak Akan Lumpuhkan Ukraina

Dia menyoroti persoalan teknis di sektor energi, terutama banyaknya sumur minyak tua yang membuat lifting migas tidak optimal. Dari total sekitar 39.000 hingga 40.000 sumur, kata Bahlil, hanya sekitar 17.000–18.000 sumur yang beroperasi. Selebihnya dalam kondisi tidak aktif karena faktor usia.

“Sumur-sumur tua ini mau tidak mau harus kita intervensi dengan teknologi. Tidak ada cara lain. Sisanya yang idle karena sudah tua harus kita kerja samakan,” ujarnya.

Selain revitalisasi sumur tua, pemerintah juga mendorong percepatan pelaksanaan sumur-sumur yang sudah masuk tahap plan of development (POD).

Kementerian ESDM pun akan segera membuka tender 110 blok minyak dan gas (migas) baru guna memperkuat ketahanan pasokan energi nasional.

Baca juga : Pertamina Paparkan Strategi Swasembada Energi & Penguatan Ekonomi Rakyat di DPR

Menurut Bahlil, percepatan eksekusi, investasi teknologi, serta kemitraan strategis antara pemerintah dan sektor swasta harus berjalan beriringan agar target swasembada benar-benar tercapai.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengolahan dalam negeri. Salah satu contoh konkret adalah beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026.

“Beroperasinya RDMP Balikpapan menghasilkan 5 juta kiloliter bensin dan 3,9 juta kiloliter solar. Maka tahun 2026 ini, dengan program B40, kita tidak lagi melakukan impor solar. Ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita,” ujarnya optimistis.

Swasembada energi merupakan salah satu pilar Asta Cita Presiden Prabowo yang bertujuan mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Baca juga : Bahlil: DEN Kunci Arah Kebijakan dan Roadmap Energi Nasional

Kebijakan ini menargetkan optimalisasi sumber daya energi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada pihak luar, sekaligus menjamin keberlanjutan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.