Dark/Light Mode

Gandeng @america, IDNL Kampanye Lingkungan

Minggu, 15 Maret 2020 02:16 WIB
ID Next Leader (IDNL) berkolaborasi dengan @america bikin acara tentang isu lingkungan. (Foto: ist)
ID Next Leader (IDNL) berkolaborasi dengan @america bikin acara tentang isu lingkungan. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - ID Next Leader (IDNL) berkolaborasi dengan @america mengadakan event bertema Environment, Green Energy and Policy: What’s Next yang diselenggarakan di @america, Pacific Place, Jakarta. 

Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 orang yang terdiri berbagai latar belakang. Mayoritas, merupakan anak muda. Acara ini diadakan untuk memberikan pemahaman terkait isu lingkungan dan energi yang ramah lingkungan, serta kebijakan terkait isu-isu ini.

Salah satu pembicaranya, Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Hendrar membeberkan kebijakan di Ibu kota Jawa Tengah itu yang lebih memperhatikan lingkungan. "Kota Semarang beberapa tahun terakhir banyak berbenah dari sisi drainase, estetika kota, serta kita terus mendorong pola perilaku masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan," ujar Hendrar, Sabtu (14/3).  

Baca juga : Gandeng Payfazz, XL Axiata Mudahkan Pelanggan di Pedesaan

Dampak kebijakan itu, dalam kurun waktu 8 tahun terakhir, tingkat drainase di 41,02 persen di kota semarang berhasil turun ke 13,71 persen di akhir tahun 2019. "Hasil baik ini akan terus kita tingkatkan,” imbuhnya. 

CEO Landscape Indonesia, Agus Sari yang juga jadi pembicara dalam acara ini menyatakan, perubahan suhu beberapa ratus tahun terakhir akan ditekan di bawah 2°C dengan berbagai upaya dan gerakan global. "Zaman es dulu hanya berbeda 5°C dari suhu sekarang. Dan, semakin panasnya bumi yang terasa semakin kemari menunjukkan bahwa memang perubahan kecil di suhu bumi itu sangat besar dampaknya. Oleh karena itu, hal ini harus serius ditangani," tutur Agus dalam pemaparannya. 

Lulusan UC Berkeley itu menerapkan sistem energi terbarukan dengan menggunakan listrik surya atap di rumahnya. “Mayoritas energi di Indonesia masih bersumber dari fossil fuel, tren penggunaan energi terbarukan terus meningkat di negara kita dan saat ini sudah mencapai 20 persen dan perlu terus ditingkatkan,” lanjutnya.

Baca juga : Menteri Nurbaya Resmikan Media Center Pemulihan Lingkungan

Pendiri sekaligus Executive Director IDNL, Hokkop Situngkir mengatakan, akan terus mengkampanyekan terkait energi terbarukan di Indonesia. “Aksi dunia terhadap emisi karbon yang telah merusak bumi dilakukan secara masif dalam banyak gerakan, misalnya mengurangi penggunaan sampah plastik, pengelolaan sampah, dan penggunaan energi terbarukan, serta banyak hal lain,” tutur Hokkop. 

Indonesia dinilainya sudah melakukan perubahan baik terkait isu lingkungan selama beberapa tahun terakhir. Namun memang ada kendala di beberapa hal. Salah satunya dari sisi regulasi, di mana diperlukan 25 surat-menyurat untuk membuat sebuah pembangkit listrik energi terbarukan berkapasitas di bawah 10 MW. 

"Tantangan terkait isu lingkungan perlu menjadi perhatian semua pihak dan semuanya perlu turut ambil bagian sesuai peran masing-masing dalam menghadapi isu ini,” ujarnya. 

Baca juga : Bamsoet Ikut Kampanyekan Pengurangan Sampah Plastik

Sementara Founder Yoberbagi.id Muhamad Reza yang melakukan teleconference di acara itu  menyampaikan hal teknis terkait sistem listrik dan hal-hal yang terjadi dalam penerapan jaringan dan energi listrik di Indonesia. “Walaupun masih terdapat tantangan dari sisi regulasi terkait energi terbarukan, inovasi terkait teknologi energi terbarukan tetap harus dilakukan,” ungkap Reza. 

IDNL adalah sebuah gerakan strategis, non-profit, dengan semangat untuk: mencari, mengakselerasi, dan menjejaringkan pemimpin-pemimpin potensial Indonesia di masa mendatang, di berbagai sektor, dan berbagai tingkatan. Di lain sisi, Forum Energi Muda merupakan sebuah forum diskusi dan networking bagi mereka yang memiliki ketertarikan dan/atau terlibat di sektor energi. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.