Dark/Light Mode

Menu & Kemasan MBG Ramadan Dievaluasi

Kacang Diganti Telur, Tidak Gunakan Kantong Plastik

Kamis, 26 Februari 2026 08:34 WIB
Foto: Tedy Kroen/RM
Foto: Tedy Kroen/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan dievaluasi pemerintah. Komposisi menu disesuaikan, dengan mengganti kacang menjadi telur sebagai sumber protein. Selain itu, bingkisan makanan untuk peserta tidak lagi menggunakan kantong plastik.

Penyesuaian dilakukan karena pola konsumsi selama bulan puasa berbeda dengan hari biasa. Menu MBG tidak lagi berupa masakan matang siap santap, melainkan dikemas dalam bentuk paket bahan pangan yang lebih tahan lama dan aman dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka.

Menanggapi dinamika pelaksanaan pada awal Ramadan, Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar rapat koordinasi secara daring bersama para mitra dan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa (24/2/2026).

Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan, evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kemasan, komposisi menu, hingga transparansi perhitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

“Kami ingin memastikan pelaksanaan MBG Ramadan tetap sesuai standar gizi, tepat sasaran, serta transparan dari sisi penggunaan anggaran. Evaluasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di ruang publik,” ujar Dadan dalam siaran pers, Rabu (25/2/2026).

Dalam rapat tersebut, Dadan menjelaskan, penggantian kacang menjadi telur dilakukan tanpa mengurangi nilai gizi. Telur dinilai lebih ekonomis, mudah diterima masyarakat, serta memiliki kualitas protein yang baik.

Baca juga : Mendag Telusuri Pasar Yang Kerek Harga Ayam

Ia juga meminta para mitra tidak lagi menggunakan kantong plastik sederhana sebagai kemasan distribusi. Makanan harus ditempatkan dalam wadah yang lebih representatif dan higienis, serta mampu menjaga kualitas hingga diterima penerima manfaat.

Selain itu, Dadan menekankan pentingnya penyesuaian komposisi bahan pangan sesuai pagu anggaran yang telah ditetapkan. Untuk balita hingga siswa SD kelas 3, pagu harga bahan baku sebesar Rp 8.000 per porsi, sedangkan kelompok lainnya Rp 10.000 per porsi.

Besaran ini dapat disesuaikan dengan indeks kemahalan daerah dan bersifat at cost, sehingga perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.

SPPG juga diminta menyiapkan penjelasan rinci terkait perhitungan AKG dan harga bahan dalam setiap menu. Untuk menjaga kualitas, mitra didorong mulai menggunakan peralatan vakum (vacuum sealer) agar makanan lebih awet dan aman selama proses distribusi.

“Kami tidak ingin ada kompromi dalam hal kualitas. Prinsipnya sederhana: makanan harus aman, bergizi, dan sesuai pagu. Jika ada bahan yang tidak layak, lebih baik diganti daripada dipaksakan. Ini bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat,” tegas Dadan.

Sementara, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang membantah rumor adanya praktik korupsi dalam distribusi menu program MBG selama Ramadan 2026. Menurut dia, penyesuaian kualitas menu lebih dipengaruhi lonjakan harga bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga : Menteri Agama Titipkan Harapan Ramadan Bawa Kebaikan bagi PNM

“Betul, harga-harga naik. Di Jawa saja kenaikannya luar biasa, apalagi di Aceh, Papua, dan Batam, itu lebih tinggi lagi,” kata Nanik saat dihubungi di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga sejumlah komoditas kerap disalahartikan sebagai bentuk penyimpangan anggaran. Padahal, besaran anggaran program MBG per anak relatif terbatas.

“Sekarang banyak yang diunggah di media sosial, dikira uangnya dikorupsi,” ujarnya.

Nanik memaparkan sejumlah bahan pangan utama dalam menu MBG edisi Ramadan mengalami kenaikan signifikan, di antaranya telur, umbi-umbian, kacang-kacangan, gula merah, tepung, serta susu. Sementara itu, harga sayuran dinilai belum menunjukkan lonjakan berarti karena penggunaannya lebih sedikit selama Ramadan.

Menko Pangan Blusukan Ke Malang

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke peternakan CV Intan Telur di Desa Kambingan, Kecamatan Tumpang, Malang.

Baca juga : Stok Dan Harga Pangan Di DKI Aman Terkendali

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan telur bagi Program MBG berjalan lancar. Menurutnya, protein hewani merupakan komponen utama dalam pemenuhan gizi seimbang bagi anak. Selama Ramadan, telur dipilih sebagai menu MBG karena mudah diakses, terjangkau, serta mengandung asam amino esensial yang lengkap.

Zulhas-sapaan akrabnya-menegaskan, MBG tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah, termasuk memberikan kepastian usaha bagi peternak ayam petelur.

“Program MBG membuka pasar baru yang stabil bagi peternak,” ujarnya di Malang, Selasa (24/2/2026).

Di lokasi tersebut, ia meninjau proses produksi, mulai dari kandang hingga pengemasan. CV Intan Telur saat ini mengelola sekitar 150.000 ayam petelur dengan kapasitas produksi mencapai 9 hingga 11 ton telur per hari. Sebagian produksinya rutin disalurkan ke 18 SPPG untuk mendukung pelaksanaan MBG di wilayah Malang dan sekitarnya.

Perwakilan CV Intan Telur, Ulfa, mengatakan sebelum MBG berjalan, pemasaran telur sangat bergantung pada kondisi pasar sehingga harga dan permintaan sering berubah. Kini, dengan adanya MBG, pihaknya memperoleh kepastian penyerapan produksi telur.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.