Dark/Light Mode

Papua Connection Kecam KKB Dan Provokasi Di Papua

Rabu, 25 Februari 2026 21:29 WIB
Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Papua Connection di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Foto: Papua Connection
Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Papua Connection di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Foto: Papua Connection

RM.id  Rakyat Merdeka - Inisiator Papua Connection Charles Kossay mengecam keras aksi kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap warga sipil di Papua, khususnya guru dan tenaga kesehatan.

Charles juga menyesalkan provokasi yang menghasut sebagian kecil masyarakat dan dinilai berbahaya jika tidak direspons dengan pendekatan dialog.

“Setiap kekerasan terhadap guru, tenaga kesehatan, dan warga sipil adalah teror kemanusiaan. Provokasi yang dibiarkan tanpa silaturahmi dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh gereja sangat berbahaya,” kata Charles dalam Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Papua Connection di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Charles menegaskan, pendekatan persuasif dan dialogis menjadi kunci meredam konflik. Menurutnya, jika provokasi terus berkembang, dampaknya bukan hanya pada keamanan, tetapi juga menghambat pembangunan di Papua, terutama sektor pendidikan dan kesehatan.

Baca juga : DPR Sahkan Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

“Ketika situasi tidak kondusif, pembangunan terganggu dan masyarakat sipil kembali menjadi korban,” ujarnya.

Pandangan tersebut diperkuat Dosen Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (UKI), Harman Wakum. Ia menilai kehadiran guru dan tenaga kesehatan di Papua merupakan misi mulia, namun harus disertai pertimbangan keamanan wilayah.

“Kalau suatu wilayah sudah dikategorikan rawan konflik atau zona merah, maka harus dihindari, terutama bagi tenaga yang baru. Ini penting agar tragedi serupa tidak terulang,” kata Harman.

Menurutnya, risiko keamanan di wilayah konflik bahkan dirasakan masyarakat asli Papua sendiri.

Baca juga : Fuomo Perkuat Monetisasi Kreator Lewat Kolaborasi Korea Dan Eropa

“Jangankan orang luar, orang Papua asli pun tidak berani masuk ke wilayah yang sudah digarismerahkan oleh ]emerintah karena ancaman keamanannya tinggi,” tegasnya.

Harman juga menyoroti perlunya pengamanan ketat terhadap sarana transportasi, terutama pesawat yang mengangkut warga sipil, guru, bidan, dan tenaga sukarelawan.

“Pengawasan dan pengamanan dari aparat negara, baik TNI maupun Polri, harus diperkuat,” ujarnya.

Charles Kossay menambahkan, Papua Connection akan terus mendorong pendekatan kemanusiaan, dialog, dan persatuan nasional.

Baca juga : BAPI Perkuat Bisnis Kesehatan Dan Pendidikan, Bidik Pasar Global

“Papua harus dirawat dengan kemanusiaan dan dialog. Kekerasan dan provokasi hanya akan merugikan masyarakat Papua sendiri,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.