Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Satu Tahun Agustina–Iswar Memimpin: Semarang Bersih, Warganya Makin Sejahtera
Kamis, 5 Maret 2026 23:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menunjukkan sejumlah capaian pembangunan. Program penataan lingkungan hingga pemberdayaan ekonomi warga dinilai berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program yang menjadi fokus pemerintah kota adalah “Semarang Bersih”. Program ini tidak hanya menekankan kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pengelolaan sampah harus dipandang sebagai peluang bagi masyarakat.
“Semarang Bersih adalah fondasi kita menuju kota yang tangguh. Kita kejar pertumbuhan ekonomi, tetapi lingkungan harus tetap bersih dan hijau,” kata Agustina.
Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang pada 2025 mencapai 85,80. Angka tersebut meningkat dibanding 2020 yang berada di level 83,05.
Baca juga : Setahun Agustina–Iswar, Genangan Banjir Semarang Berkurang Signifikan
Capaian tersebut juga lebih tinggi dibanding rata-rata Jawa Tengah maupun nasional.
Di sisi lain, angka kemiskinan di Kota Semarang terus menurun. Pada 2020, tingkat kemiskinan tercatat 11,84 persen. Angka itu turun secara bertahap hingga diperkirakan mencapai 9,36 persen pada 2025.
Penurunan juga terjadi pada tingkat pengangguran. Jika pada 2020 angka pengangguran mencapai 9,54 persen, pada 2024 berhasil ditekan menjadi 4,66 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding rata-rata Jawa Tengah yang berada di level 4,91 persen dan nasional 5,65 persen.
Pertumbuhan ekonomi Kota Semarang juga tercatat stabil di atas 5 persen. Bahkan pada periode tertentu mencapai 6,42 persen.
Pemkot Semarang juga mengembangkan program bank sampah untuk mendorong ekonomi masyarakat. Hingga kini terdapat 857 unit bank sampah aktif, meningkat dari 664 unit pada 2024.
Baca juga : Campak Di Australia Barat Berasal Dari Pesawat Jakarta
Melalui pengelolaan tersebut, sekitar 1.705 ton sampah berhasil dimanfaatkan kembali. Program bank sampah bersama kelompok PKK juga mencatat perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp 1,89 miliar.
Selain itu, pemerintah kota terus menambah sarana pengelolaan sampah. Jumlah kontainer sampah meningkat dari 418 unit menjadi 454 unit, sementara tempat pembuangan sementara bertambah dari 200 unit menjadi 237 unit.
Pemkot juga menambah fasilitas pengolahan sampah terpadu melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R). Hingga kini terdapat 26 unit TPS3R yang beroperasi di berbagai wilayah kota.
Upaya penghijauan juga terus dilakukan untuk menjaga kualitas lingkungan. Hingga akhir 2025, sekitar 16,58 hektare lahan berhasil dihijaukan melalui penanaman lebih dari 46 ribu bibit pohon.
Sejumlah taman kota juga dibangun dan direvitalisasi untuk menyediakan ruang terbuka bagi masyarakat. Di antaranya Taman RBRA Abdurrahman Saleh, Taman Garoot, serta Taman Dinar Mas Meteseh.
Baca juga : Stok Menipis Saat Ramadan, Harga Cabe Di Jakarta Makin Pedas
Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Agustina menargetkan perluasan program pengelolaan sampah dan penghijauan kota. Pemerintah juga menargetkan penambahan jumlah bank sampah hingga lebih dari 1.400 unit.
Selain itu, pembangunan instalasi pengolahan air limbah di Tempat Pembuangan Akhir Jatibarang juga akan dimulai.
Agustina berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus memperkuat pembangunan kota.
“Kemajuan kota tidak bisa dikerjakan pemerintah saja. Perlu gotong royong semua pihak agar Semarang terus berkembang dan warganya semakin sejahtera,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya