Dark/Light Mode

CELIOS: Kopdes Diharap Dekatkan Masyarakat Dengan Pasar

Sabtu, 18 April 2026 12:45 WIB
Pengamat Ekonomi CELIOS Nailul Huda. Foto: Dok CELIOS
Pengamat Ekonomi CELIOS Nailul Huda. Foto: Dok CELIOS

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menggalakkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Terkini, ada 30 ribu posisi untuk menjadi manajer di Program KDKMP.

Gebrakan yang dilakukan oleh Pemerintah ini menjadi perhatian pengamat Ekonomi, Nailul Huda terkait dengan program ini.

"Saya perhatikan Presiden Prabowo ini memang mempunyai pandangan sama seperti Pak Soemitro, Ayah Pak Prabowo, untuk mengalirkan dana kepada masyarakat melalui koperasi," kata Nailul, Sabtu (18/4/2026).

Nailul berpendapat, program KDKMP ini berupaya mendekatkan masyarakat kepada pasar. Namun, di sisi lain, program Koperasi Desa ini dinilai terlalu top down.

Baca juga : 97% Keuntungan Kopdes Merah Putih Dibagikan untuk Masyarakat Desa

"Program KDKMP ini sebagai upaya memotong jalur middle man untuk mendekatkan masyarakat ke pasar. Koperasi itu dibentuk antara anggota dengan anggota, tidak berdasarkan pada implementasi program pemerintah saja," ingatnya.

Nailul berpendapat bahwa KDKMP seharusnya selaras dengan BUMDes yang saat ini ada di setiap desa. Sehingga hasil BUMDes bisa dijual atau dipasarkan melalui jaringan koperasi ini.

"Selain itu, hasil produksi BUMN dan usaha lokal kita sangat mungkin untuk dipasarkan oleh KDKMP ini. Sehingga masyarakat bisa membeli produk-produk lokal, baik dari BUMN maupun swasta," ujarnya.

"Cita-cita Pak Soemitro harus diluruskan kembali melalui perubahan pola koperasi dengan mengembalikan ke sistem bottom up," sarannya.

Baca juga : Kapolri Ajak Buruh Dan Pengusaha Bersinergi

Selain itu, Direktur CELIOS ini juga melihat, iklim ekonomi digital yang saat ini sedang tumbuh di pasar Indonesia, patut diperhatikan. "Ini terlihat dengan menurunnya jumlah ATM dan meningkatnya penggunaan QRIS," imbaunya.

Karenannya, ekonomi digital Indonesia harus dibangun dari dasarnya. Sebagai penghasil nikel terbesar di dunia, Indonesia harusnya mampu membangun industri semi konduktor, dasar dari ekonomi digital.

Agar pengguna QRIS yang jutaan itu tak hanya sebagai konsumen, melainkan sebagai produsen di ekonomi digital.

Dalam membangun eknomi digital, kata dia, perlu beberapa hal. Yakni, Sumber Daya Manusia yang mumpuni, peralatan yang mutakhir, serta regulasi berkeadilan.

Baca juga : Survei Menunjukkan, 65,4% Masyarakat Dukung Program MBG

"Tiga hal tersebut berkesinambungan dan dapat mendorong Iklim ekonomi digital," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.