Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Lebaran memang masih jauh. Tapi, ribuan pemudik mulai berbondong-bondong pulang kampung. Rata-rata mereka pulang ke daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Dirjen Perhubungan Darat (Hubdar), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi, menyatakan, memang ada masyarakat yang melakukan mudik lebih awal. Salah satu tujuan pemudik yang paling rame yaitu ke Wonogiri serta berbagai kota lainnya di Jawa Tengah. Mereka pulang dengan menggunakan bus umum.
Baca juga : Perkuat Imunitas, Ahli Gizi Anjurkan Masyarakat Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah
Budi menjelaskan, pergerakannya cukup signifikan. Kondisi tersebut terpantau pada terminal Kelas A yang terdapat di Jabodetabek.
"Kemarin, tanggal 21, 22, 23 Maret terjadi lonjakan di beberapa terminal. Tapi, tidak semua terminal. Saya lihat itu di Jawa Tengah di Wonogiri, Purwokerto, di daerah Solo, dan di beberapa tempat yang lain. Kalau kita lihat mappingnya, banyak perantau-perantau yang dari wilayah Jawa Tengah, yang sekarang menjadi pekerja informal, cenderung kembali ke kampung," ujarnya dalam video conference, di Jakarta, Jumat (27/3).
Baca juga : Samsung Galaxy M31 Hadir dengan Baterai Lebih Canggih
Budi menduga, masyarakat memilih tinggal di kampung halaman menyusul imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing alias jaga jarak. Banyak yang duluan mudik itu adalah pekerja harian dan ojek online.
Namun, pihaknya telah melakukan antisipasi melalui para Kepala Badan Pengatur Transportasi Daerah (BPTD), untuk bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat agar memeriksa kesehatan para perantau yang baru datang tersebut. Salah satunya dengan penggunaan disinfectan box (bilik disinfeksi). "Jadi harus dilihat dan dipantau, apakah yang bersangkutan statusnya PDP atau ODP, dan ini dari Dinas Kesehatan setempat. Dan kalau memang PDP ya harus isolasi," jelasnya.
Baca juga : Hasil Sidak Mentan Sembako Aman, Masyarakat Tak Perlu Panic Buying
Dirinya berharap, pemerintah daerah juga merespons hal ini, serta mempersiapkan langkah mitigasi yang diperlukan, agar wilayahnya terbebas dari potensi penyebaran Covid-19. "Mereka harus diajak karena ini menyangkut kepentingan daerah juga," ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengakui ada eskalasi yang cukup signifikan jumlah penumpang bus antarprovinsi di wilayahnya. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga mengakui ada peningkatan angka kedatangan di terminal-terminal di daerahnya. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya