Dark/Light Mode

Diisukan Mau Mundur, Purbaya Tertawa: Nggak Bener Lah

Sabtu, 6 Juni 2026 07:40 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab rumor yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri atau bakal dicopot dari jabatannya. Sambil tertawa, Purbaya menegaskan, rumor yang berkembang di media sosial itu cuma gosip. 

Hal itu disampaikan Purbaya saat menghadiri konferensi pers APBN KiTA Edisi Juni 2026 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Awalnya, Purbaya menyinggung besarnya perhatian publik terhadap gosip dirinya akan mundur dibandingkan capaian positif sektor perbankan. 

Padahal, kata dia, terdapat peningkatan penyaluran kredit di sejumlah bank milik negara yang mencerminkan kondisi ekonomi masih bergerak baik. Kredit di Bank Rakyat Indonesia (BRI) tumbuh 13,8 persen pada Mei 2026. Sementara pembiayaan di Bank Syariah Indonesia (BSI) meningkat lebih dari 10 persen dan kredit di Bank Tabungan Negara (BTN) tumbuh sekitar 15 persen. 

"Kenapa nggak nulis itu? Nggak menarik ya? Yang menarik nulis Menteri Keuangan mau mundur katanya, ha ha ha ha," kata Purbaya sambil tertawa.

Baca juga : Kasus Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Rumah Mantan Wamen Imipas

Ia mengaku heran karena informasi mengenai pertumbuhan kredit perbankan yang menunjukkan aktivitas ekonomi positif justru kurang mendapat perhatian publik. 

"Itu kan tiga bank besar seperti itu keadaannya, tapi kita semua luput meng-cover itu. Untuk saya agak aneh. Bahkan bank-nya juga nggak mau publish tadinya kan. Bagus tuh ngomong dong, baru dia ngomong," ujar Purbaya. 

Sebelumnya, Purbaya juga secara tegas membantah kabar yang menyebut dirinya akan mundur ataupun dicopot dari jabatan Menteri Keuangan. "Nggak benar lah," tandasnya. 

Rumor mengenai posisi Purbaya yang terancam mencuat seiring tekanan yang terjadi dalam pasar keuangan domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok ke bawah level 6.000, sementara rupiah anjlok ke angka Rp 18 ribuan per dolar AS. 

Baca juga : Benahi Persoalan Antrean Di SPBU, Gubernur Sumbar Bentuk Satgas Pengawasan BBM

Namun, pemerintah memastikan tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan maupun reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, Presiden Prabowo Subianto tidak berencana melakukan perombakan kabinet. 

"Reshuffle? Belum ada reshuffle," tegas Prasetyo. 

Prasetyo juga membantah kabar yang menyebut Purbaya akan diganti atau mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bendahara Negara. "Tidak ada. Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau juga. Tidak ada rencana pergantian," ujarnya. 

Ia menegaskan hingga saat ini pemerintah tetap fokus menjaga stabilitas sektor keuangan dan perekonomian nasional. 

Baca juga : Golkar Dukung MBG, Minta Tak Ada Jual Beli Titik SPPG

"Jadi, belum ada rencana (pergantian) ini," sebut politisi Partai Gerindra tersebut. 

Terpisah, pengamat kebijakan publik dari Universitas Negeri Surabaya Mubarok Eltran menilai, pemerintah saat ini sebaiknya lebih fokus mengantisipasi dampak politik dari gejolak ekonomi. Menurut Mubarok, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan sinyal yang perlu mendapat perhatian serius. 

Karena itu, fokus utama pemerintah seharusnya diarahkan pada upaya menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat kepercayaan pasar. Bukan pada wacana perombakan kabinet yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian baru. 

"Jangan sampai kondisi ekonomi ini memicu gejolak politik," ujar Mubarok kepada Rakyat Merdeka. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.