Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Respons Aspirasi, Ini Sejumlah Upaya Kemenag Tingkatkan Kesejahteraan Guru
Kamis, 30 April 2026 10:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru binaannya. Sejumlah langkah strategis disiapkan, baik untuk meningkatkan kompetensi maupun kesejahteraan para guru.
Terobosan tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat membuka Simposium Guru Nasional Kementerian Agama 2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026). Langkah yang disiapkan antara lain percepatan Pendidikan Profesi Guru (PPG), percepatan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), serta peningkatan bantuan insentif.
"Kami menargetkan penuntasan sertifikasi bagi 467.353 guru yang telah berpendidikan S1 dalam waktu dua tahun. Anggaran sebesar Rp11,59 triliun telah kami proyeksikan untuk memastikan setiap guru yang kompeten segera memiliki sertifikat pendidik dan berhak atas TPG," ujar Menag, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, keikutsertaan guru dalam PPG Dalam Jabatan pada 2025 meningkat signifikan hingga 700 persen. Jika pada 2024 terdapat 29.933 guru yang mengikuti PPG Dalam Jabatan, pada 2025 jumlahnya mencapai 206.411 guru.
Baca juga : Kemenag Terus Upayakan Solusi Terbaik untuk Tingkatkan Kesejahteraan Guru
Bagi guru yang belum tersertifikasi dan belum memperoleh inpassing, Kemenag juga mengusulkan penyesuaian bantuan insentif sesuai standar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Anggaran yang dibutuhkan diproyeksikan mencapai Rp12,76 triliun untuk menjangkau 467.809 guru.
Saat ini terdapat 1.157.050 guru binaan Kemenag. Dari jumlah tersebut, 360.632 guru atau 31,2 persen berstatus aparatur sipil negara (ASN), baik PNS maupun PPPK. Sementara itu, sebanyak 796.418 guru atau 68,8 persen berstatus non-ASN. Mayoritas guru binaan Kemenag bertugas di madrasah, yakni sebanyak 655.622 orang.
"Data ini menunjukkan satu hal yang fundamental, yakni kontribusi guru non-ASN yang sangat tinggi. Karena itu, kebijakan tata kelola guru ke depan akan difokuskan pada penguatan status, peningkatan kesejahteraan, dan pengembangan profesionalisme mereka," kata Menag.
Terkait pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru honorer madrasah, Menag menegaskan bahwa Kemenag terus berupaya mencari solusi agar para guru honorer dapat diangkat menjadi calon PPPK (CPPPK).
Baca juga : Di Balik Sekolah Rakyat: Keringat, Pengorbanan & Harapan untuk Masa Depan
"Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian PAN-RB, BKN, bahkan DPR untuk mengusulkan formasi agar guru honorer madrasah dapat diangkat menjadi CPPPK," ungkapnya.
Terkait pencairan TPG, Menag menyampaikan kabar baik. Hingga Maret 2026, progres pencairan TPG Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk periode Januari–Februari telah mencapai 87,4 persen. Dari 234.265 guru yang berhak menerima, sebanyak 204.747 guru telah memperoleh TPG.
"Bagi yang masih dalam proses, saya telah menginstruksikan jajaran di daerah untuk mempercepat verifikasi dokumen dan transfer bank agar tidak ada lagi guru yang harus menunggu terlalu lama," tegas Menag.
Untuk pencairan TPG Madrasah Non-ASN secara nasional, hingga Maret 2026 realisasinya telah mencapai 100 persen. Pencairan tersebut juga mencakup guru lulusan PPG 2025 yang telah memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG). Dana dicairkan menggunakan anggaran yang telah tersedia di daerah.
Baca juga : Jemaah Haji Diingatkan Selalu Bawa Kartu Nusuk
"Sementara pencairan TPG Madrasah ASN masih belum seragam secara nasional. Sebagian daerah sudah mencairkan, sedangkan sebagian lainnya masih dalam proses," jelasnya.
Menag menambahkan, Simposium Guru Nasional 2026 merupakan bukti nyata komitmen Kemenag untuk bersikap transparan dan akomodatif. Kemenag ingin menghilangkan jarak antara pengambil kebijakan dan para guru yang berada di garis depan pendidikan.
"Kami juga dengan tegas menolak aspirasi yang ingin mengeluarkan madrasah dari Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), karena madrasah adalah bagian integral yang tidak terpisahkan dari sejarah dan masa depan pendidikan Indonesia," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya