Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 81 Tahun Indonesia Merdeka, Danantara dan BRI Menjangkau Pelosok Negeri
- HUT ke-81 RI, Menkop Tegaskan Komitmen Kemerdekaan Ekonomi Kerakyatan
- Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Wapres Gibran Hadiri Ziarah Nasional
- Hancurkan Man City 3-0, Arsenal Juara Community Shield 2026
- 8 Ribu Napi Dapat Remisi HUT RI Maksimal 2 Bulan, Agus: Tidak Ada Diskriminasi!
RM.id Rakyat Merdeka - RS Mata JEC Menteng membuka Pusat Operasi Mata Juling bertepatan dengan World Strabismus Day atau Hari Strabismus Sedunia yang diperingati setiap 10 Agustus. Layanan ini ditujukan bagi pasien anak dan dewasa dengan kondisi strabismus atau mata juling.
Pusat layanan ini didukung dokter spesialis mata konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC. Layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan diagnostik, koreksi kelainan refraksi, terapi ambliopia atau mata malas, latihan penglihatan, hingga operasi otot mata sesuai diagnosis dan kebutuhan medis pasien.
Direktur Utama RS Mata JEC Menteng, dr Referano Agustiawan, mengatakan strabismus memiliki penyebab, pola, dan kebutuhan penanganan yang berbeda pada setiap pasien. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh diperlukan sebelum menentukan terapi.
Strabismus tidak hanya memengaruhi fungsi penglihatan, tetapi juga dapat berdampak secara psikososial. Pada anak, kondisi ini dapat menurunkan rasa percaya diri dan meningkatkan risiko perundungan. “Sementara, pada orang dewasa, dapat memengaruhi interaksi sosial, kepercayaan diri, serta peluang dalam lingkungan profesional," ujar Referano, Senin (10/8/2026).
Menurut Referano, pasien dapat memperoleh penanganan mulai dari terapi nonbedah hingga operasi berdasarkan indikasi medis. Layanan tersebut juga membantu pasien dan keluarga memahami kondisi, tujuan terapi, serta pertimbangan medis sebelum menentukan tindakan.
Baca juga : JEC Eye Hospitals Raih Penghargaan Berkat Edukasi Deteksi Dini Mata Juling
Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof Tjahjono D Gondhowiardjo, mengatakan kepercayaan pasien dibangun melalui kompetensi tenaga medis, ketepatan diagnosis, penggunaan teknologi yang relevan, dan komunikasi yang jelas.
“Setiap pasien dapat memiliki penyebab, kondisi penglihatan, dan kebutuhan terapi yang berbeda. Karena itu, pasien dan keluarga bukan hanya membutuhkan pemeriksaan atau tindakan, tetapi juga rasa aman dan keyakinan bahwa keputusan medis yang diambil sesuai dengan kebutuhannya," jelas Tjahjono.
Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus sekaligus Ketua Layanan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics, dr Gusti G Suardana, mengatakan keputusan operasi tidak semata-mata bertujuan memperbaiki penampilan mata. "Keputusan operasi tidak dibuat hanya untuk memperbaiki penampilan, tetapi lebih jauh untuk memperbaiki fungsi mata secara menyeluruh, sedapat mungkin mencapai penglihatan binokular tunggal," kata Gusti.
Sebelum operasi, dokter perlu menilai pola dan besar deviasi mata, fungsi kedua mata, usia, penyebab strabismus, serta kondisi kesehatan pasien. Jika operasi dibutuhkan, perencanaannya disusun secara individual dan pasien tetap dipantau setelah tindakan. Penanganan ini penting bagi anak untuk mendukung perkembangan penglihatan maupun bagi orang dewasa yang mengalami penglihatan ganda akibat perubahan posisi mata.
Penanganan strabismus juga disesuaikan dengan sejumlah faktor, seperti usia pasien, arah dan besar deviasi mata, ketajaman penglihatan, kelainan refraksi, ambliopia, fungsi penglihatan binokular, serta kondisi kesehatan yang menyertai.
Baca juga : Operasi Gratis JEC Pulihkan Percaya Diri Anak Penderita Mata Juling
Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics sekaligus Wakil Ketua Indonesian Pediatric Ophthalmology and Strabismus Society (INAPOSS), dr Lety Retno Wulandari, mengatakan strabismus tersembunyi atau latent strabismus tidak selalu mudah dikenali.
"Posisi mata dapat terlihat normal ketika anak fokus, lalu tampak bergeser saat lelah atau melalui foto dan rekaman video," ujar Lety.
Dia menjelaskan, pada bayi berusia sekitar 3-4 bulan, koordinasi mata terkadang belum sepenuhnya sempurna karena sistem penglihatan masih berkembang. Namun, jika ketidaksejajaran mata menetap setelah usia 4 bulan, kondisi tersebut perlu diperiksakan.
Orang tua disarankan segera membawa anak untuk diperiksa jika sering memiringkan kepala, menutup salah satu mata, menyipit ketika melihat, kesulitan menangkap benda, sering menabrak, sulit memperkirakan jarak, atau mengeluhkan penglihatan ganda.
"Juling yang muncul mendadak, terlebih jika disertai sakit kepala, muntah, kelopak mata turun, kelemahan anggota tubuh, atau gangguan saraf lainnya, perlu segera diperiksa," tegas Lety.
Baca juga : JEC Kembali Gelar Bakti Sosial Operasi Mata Juling
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jaya, dr Julie Dewi Barliana, mengatakan masih terdapat anak dengan mata juling yang terlambat mendapatkan pemeriksaan karena kondisi tersebut dianggap hanya berkaitan dengan penampilan atau dapat ditunda.
"Strabismus dapat memengaruhi kualitas penglihatan dan meningkatkan risiko ambliopia atau mata malas, terutama pada masa perkembangan penglihatan anak," kata Julie.
Ia mengapresiasi kehadiran Pusat Operasi Mata Juling RS Mata JEC Menteng sebagai langkah memperkuat edukasi, sistem rujukan, dan akses masyarakat terhadap penanganan strabismus.
Pusat Operasi Mata Juling merupakan bagian dari pengembangan layanan subspesialistik JEC Eye Hospitals and Clinics. Saat ini, JEC memiliki 16 cabang rumah sakit mata dan klinik utama mata di berbagai kota.
JEC juga mengembangkan jejaring layanan hub and spoke, dukungan JKN-BPJS Kesehatan di sejumlah cabang, serta teknologi digital EyeCheck dan platform eCloud untuk skrining, konsultasi, dan telemedicine.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya