Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Geologi Kementerian ESDM sedang mengecek sumber suara dentuman keras yang terdengar di wilayah Jabodetabek dini hari tadi.
"Kami sedang mengecek aktivitas gunung api di sekitar Jakarta pada jam yang terjadi dentuman," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar lewat siaran persnya di laman Facebook, Sabtu (11/4).
Baca juga : Hoaks, Seluruh Jalan Tol Jasa Marga di Jabodetabek Tutup
Untuk diketahui, dini hari tadi, warga di Jabodetabek dikagetkan dengan suara dentuman yang terdengar sekitar pukul 02.00 WIB dini hari hingga jelang pagi. Banyak yang mengaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau, Jumat (10/4) dari pukul 22.35 WIB.
"Kalau terkait dengan letusan Gunung Anak Krakatau tadi malam, sejak awal letusa dilaporkan dari pos pengamatan di Pasauran, Banten, tidak terdengar dentuman," kata dia.
Baca juga : Jubir Luhut: Tak Ada Penghentian Transportasi di Jabodetabek
Dengan demikian, pihaknya belum bisa mengkorelasikan antara erupsi Gunung Anak Krakatau dengan dentuman yang terjadi. Jika suara dentuman itu berasal dari gunung api, kata Rudy, hal tersebut akan terlihat dari aktivitas kegempaan gunung tersebut. Namun, setelah dicek, tidak ada peningkatan aktivitas yang signifikan.
"Kalau dari gunung api bisa dilihat dari aktivitas kegempaannya. Tapi yang ini tidak menunjukkan peningkatan-peningkatan yang sangat signifikan," ujarnya.
Baca juga : Terbangkan Drone, BNI Sterilkan Pemukiman di 50 Titik Jabodetabek
Mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau, lanjut Rudy, erupsi terjadi pada Jumat 10 April pukul 22:35. Erupsi hingga kini masih berlangsung. "Tipe letusan yang terjadi, adalah strombolian. Tinggi kolom pada awal letusan 500 meter. Sekarang sudah berkurang," sebutnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya