Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Heboh Jual Beli Pulau di Sulawesi Barat
Harga 2 M Terlalu Murah Dibanding Harga Properti
Selasa, 23 Juni 2020 06:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Heboh soal penjualan pulau. Harganya Rp 2 miliar. Disebut-sebut pembelinya seorang kepala daerah di Kalimantan. Nama pulau yang dijual itu Malamber. Lokasinya di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Penjualnya masyarakat setempat.
Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Syamsuriansyah membeberkan, pembelinya adalah Bupati Penajam Paser Abdul Gafur Mas’ud. Harga pulaunya Rp 2 miliar. Dan baru bayar down payment alias DP 200 juta rupiah.
“Transaksinya itu terjadi sejak Februari 2020. Menurut keterangan (penjual) Raja, transaksinya dilakukan di Balikpapan,” beber Syamsuriansyah. “Walaupun itu dibantah (Bupati Penajam Paser Utara). Ya terserah mau dibantah, ini kan keterangan si penjual,” katanya lagi.
Syamsuriansyah menambahkan, di kwitansi yang bertanda tangan seorang lelaki bernama Sahalu. Namun, dari keterangan penjual, yang menyerahkan uangnya adalah Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud. Syamsuriansyah mengatakan, transaksi jual beli memang sah-sah saja. Namun, untuk penggunaan dan pemanfaatan pulau, harus seizin pemda setempat.
Baca juga : Lulus dari SVA, Odi Motivasi Anak Papua Sekolah yang Tinggi dan Rais Prestasi
“Pulau itu diatur oleh undang-undang tersendiri. Undang-undang masalah pengelolaan dan pemanfaatan pulau-pulau luar kan,” tuturnya.
Di jagat maya, Saddam Husaini langsung ngegas. “Tangkap penjual dan penadah Pulau Bodong,” katanya. “Siapa pembeli Pulau Malamber? Tindak tegas oknum & dalang jual beli pulau tanpa sepengetahuan negara,” tambah Katanalar.
De Hidayat mengingatkan, jika kasus ini tidak diusut tuntas dan lolos, maka di kemudian waktu akan ada pulau-pulau lain yang dijual tanpa sepengetahuan publik. “Kalo mau ditelusurin pulau-pulau laen pasti ada yang udah jadi milik konglomerat,” ungkap Alfi234. “Kalau mau jujur, udeh buanyak pulau-pulau jadi milik pribadi,” sebut Tentep.
Satria Faisal mengaku sedih banyak pulau di Indonesia yang dijual. “Sedih... pulau-pulau di Indonesia dijual,” katanya. Menurut @m_newsid, penjualan pulau seperti ini sudah biasa terjadi di sistem kapitalisme. Bahkan, akan terus terjadi selama sistem ini diterapkan. “Sistem yang meninggikan kepemilikan pribadi meski sejatinya sesuatu tersebut harusnya menjadi milik umum yang tidak boleh diprivatisasi,” tuturnya. “Jual beli pulau kecil dilarang karena menyangkut kedaulatan wilayah negara,” tegas Thomas Nugroho.
Baca juga : Mall Mau Dibuka, Anies Ingatkan Warga DKI Tak Langgar Protokol Kesehatan
Setiana Hari menyebut harga Pulau Malamber Rp 2 miliar terlalu murah dibanding harga properti mewah di ibu kota. “2 miliar, kalah sama harga perumahan elite Ciputra atau Lippo group. Rumah elite aja bisa lebih dari 2 miliar! DAM,” katanya.
KrisD mengatakan, saat ini kepolisian Mamuju telah bersurat kepada BPN Mamuju untuk mengklarifikasi terkait hak dan kepemilikan Pulau Malamber tersebut. “Kalo BPN konfirmasi bahwa ada pemegang SHM di situ ya berarti transaksi jual beli boleh saja toh! Tapi kalo gak ada?” kata dia.
Mosalaki meluruskan soal isu jual pulau di Mamuju. Yang ada adalah jual tanah yang ada di Pulau Malamber. Dia menjelaskan, kuas total pulau 8 -9 hektare, sementara tanah yang dijual 2 hektare. “Itu bukan jual pulau tapi jual tanah! Pulau dijual jika luas pulau sama luas dengan tanah yang dijual. Bikin heboh saja,” kritiknya. “Jualnya kan sama orang Indonesia juga. Menurut saya sah aja,” tambah Bang Tepu.
Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur Abdul Gafur Ma’ud membantah isu membeli Pulau Malamber. Dia menegaskan, Pulau Malembar adalah milik keluarganya. “Sudah lama sebelum Indonesia merdeka. Dari kakek nenek kita dulu,” ujar Abdul, Jumat (19/6).
Baca juga : Persija Ajukan Tiga Syarat Jika Liga 1 Kembali Digelar Oktober
“Kebetulan saya, orang tua saya, orang (Suku) Mandar, Sulawesi Barat. Saya cucu dari KH Muhammad Husain (Pukkali Malunda). Hanya saya bingung diisukan (beli pulau),” pungkas Abdul Gafur Ma’ud. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya