Dark/Light Mode

Kasus Korupsi Pengerjaan Proyek Infrastruktur

Ini Kronologi Penangkapan Bupati Kutai Timur Cs

Sabtu, 4 Juli 2020 00:05 WIB
Bupati Kutai Timur Ismunandar dan istrinya yang juga Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria Firgasih, usai ditetapkan menjadi tersangka kasus pengerjaan proyek infrastruktur di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/7). (Foto: Tedy Kroen)
Bupati Kutai Timur Ismunandar dan istrinya yang juga Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria Firgasih, usai ditetapkan menjadi tersangka kasus pengerjaan proyek infrastruktur di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/7). (Foto: Tedy Kroen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 16 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Kutai Timur Ismunandar, Kamis (2/7) lalu.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango pun mengungkap kronologis operasi senyap yang menjerat Ismunandar Cs. Termasuk istrinya yang menjabat Ketua DPRD Kutai Timur, Encek Unguria Firgasih.

Berita Terkait : Ini Peran Sang Bupati dan Istrinya Yang Menjabat Ketua DPRD

Nawawi menjelaskan, OTT tersebut dilatarbelakangi informasi dari masyarakat, yang menyebut adanya rencana penyerahan uang haram.

"Setelah mendengar informasi itu, pada Kamis, 2 Juli 2020 tim KPK bergerak dan membagi menjadi dua tim. Satu di area Jakarta, satu lagi di area Sangatta, Kutai Timur untuk menindaklanjuti laporan dimaksud," ujar Nawawi dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (3/7) malam.

Berita Terkait : Bupati Kutai Timur Belanjakan Duit Korupsi Untuk Beli Mobil

Tim mengintai gerak-gerik istri Ismunandar yang juga Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Musyaffa, dan Staf Bapenda berinisal DF yang datang ke Jakarta sekitar pukul 12 siang.

"Mereka datang ke Jakarta mengikuti kegiatan sosialisasi pencalonan ISM (Bupati Kutai Timur) sebagai calon bupati Kutai Timur," jelas Nawawi.
 Selanjutnya