Dark/Light Mode

Mantan Menteri Ngapain Aja (4)

Nasir Sering Diomeli Istri

Jumat, 10 Juli 2020 07:15 WIB
Mantan Menteri Riset dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (Foto: Instagram)
Mantan Menteri Riset dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Menurut Nasir, sumber masalah yang terjadi selama ini adalah birokrasi. Karena itu, hitungannya, banyak regulasi yang harus diperbaiki. Bahkan dipangkas. Dengan harapan, proses birokrasi tidak berbelit-belit. Lebih sederhana dari sebelumnya.

Kedua, Nasir menjadi pengawas di pengembangan pendidikan. Dia diminta membantu mengelola perguruan tinggi swasta. Tepatnya, memodernisasi sistem pendidikan. Alasannya, klasik. Karena dianggap bisa memajukan sektor pendidikan di Tanah Air.

“Saya bilang, ada apa? Saya sudah gak jadi menteri, gak ada urusan lagi. Kata mereka ‘Gak pak, karena Pak Nasir punya visi jelas, implementatif, dan membuat perguruan tinggi lebih baik, riset lebih baik, pendidikan vokasi juga digarap dengan baik dengan in dustri. Jadi pekerjaannya nyata dan real,” tuturnya.

Baca juga : Menteri Erick Angkat Fatah Setiawan Jadi Dirut Perindo

Nasir menawarkan, perguruan tinggi harus membuat digital platform. Menurutnya, pengertian Kampus Merdeka bukan dilepas begitu saja oleh pemerintah.

Maka, kata Nasir, sebutan Kemandirian Kampus dirasa lebih tepat. Begitu juga kampus yang khusus bagi vokasi. Harus bekerja sama dengan industri. Teknisnya, minimal 50 persen dosen yang ngajar di kampus tersebut berasal dari industri.

Bahkan saat masih menjabat Menristekdikti, Nasir melakukan terobosan. Salah satunya, tidak kaku dengan persyaratan dosen yang harus lulusan S2. Artinya, seseorang yang memiliki kemampuan setara magister, boleh menjadi dosen.

Baca juga : Eko Siapkan Suplemen Untuk Melawan Corona

Terakhir, dia ditunjuk jadi Komisaris Independen Bank Mandiri. Memiliki latar belakang akuntan, Nasir mendorong bank pelat merah terbesar itu menjadi encore bank.

Menurutnya, di tengah perkembangan zaman dan perubahan kebiasan baru cara pandang bank harus diubah. Tidak melulu menggunakan cara-cara konvensional. Seperti membangun digital platform.

Dengan strategi modern, Nasir yakin Bank Mandiri bisa memenangkan persaingan perbankan di skala global. Sehingga financial technology (fintech) harus segera dibangun untuk menyempurnakan rencana yang sudah dibuat. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.