Dark/Light Mode

5 Tenaga Medis RSUD Soreang Bandung Terkonfirmasi Covid-19

Rabu, 29 Juli 2020 14:51 WIB
Assisten1 Pemerintahan Kabupaten Bandung H. Ruli Hadiana
Assisten1 Pemerintahan Kabupaten Bandung H. Ruli Hadiana

RM.id  Rakyat Merdeka - Sedikitnya lima orang tenaga medis di RSUD Soreang dan seorang pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung diduga terkonfirmasi Virus Corona (Covid-19).

Assisten I Pemerintahan Kabupaten Bandung, yang juga Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana membenarkan, kelima orang yang diduga terkonfirmasi covid-19 itu.

Dari lima orang  yang terkonfirnasi Covid-19, antara lain, dua orang dokter dan dua orang perawat di RSUD Soreang dan satu orang lagi ASN di Dinas Pangan dan Peternakan (Dispakan) Kabupaten Bandung.

Pegawai di  Dispakan yang diduga positif Covid 19, yaitu Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispakan).

Sementara dalam surat pemberitahuan dari RSUD Soreang yang ditandatangani Direkturnya, Iping Suripto menyebutkan, hasil pemeriksaan Rapid Tes (RT) dan PCR terhadap tenaga kesehatan RSUD Soreang, pada 20 sampai 24 Juli 2020, empat orang tenaga kesehatan dinyatakan terkonfirmasi Covid 19,  sehingga harus menjalani isolasi mandiri.

Baca juga : Dua Eks Anggota DPRD Sumut Tersangka Kasus Suap Reaktif Covid-19

Termasuk tenaga kesehatan lainnya yang kontak erat juga harus melakukan jsolasi mandiri.

Kaitan itu pihak RSUD Soreang menutup pelayanan Klinik Penyakit Dalam, Klinik Hemanto Onkologi (Thalasemia) dan Klinik Jantung, mulai 27 Juli sampai 1 Agustus 2020.

Menurut Ruli Hadiana, untuk mengatasi menyebarnya covid 19, Pemerintah Kabupaten Bandung telah melakukan isolasi mandiri. Termasuk menutup sementara Poliklinik RSUD Soreang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Untuk sementara kita sengaja menutup Poli sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, dan dilakukan Swab atau Freshing kepada semua staf di lokasi tersebut," kata Ruli Hadiana.

Ruli Hadiana mengatakan, semua yang terinfeksi Covid-19, saat ini sudah dilakukan isolasi mandiri.

Baca juga : 5.700 Penjaga BTS Dapat Bantuan Dari Telkomsel

Sedangkan semua staf yang ada di lokasi tersebut dilakukan Swab dan Rapid Test untuk menghindari penyebaran covid-19.

"Mungkin saja mereka agak lalai memakai Alat Perlindungan Diri (APD) sehingga tanpa disadarinya telah terinfeksi lawan bicaranya karena tidak menggunakan masker," katanya.

Ruli mengimbau, masyarakat maupun ASN di Pemkab Bandung untuk tetap waspada terhadap pandemi covid-19. Sebab penyebarannya saat ini sesuai informasi bisa melalui udara.

Karena itu salah satu upaya pencegahan dengan mengenakan masker, cuci tangan pakai sabun," tuturnya.

Sekretaris Dispakan, Atep Dedi Kurnia, saat ditemui wartawan, memebenarkan adanya pegawai di Dispakan yang terinfeksi covid-19. 

Baca juga : Bagikan Multivitamin ke Tenaga Kesehatan, KlikDokter Dukung Penuh IDI Tangani Covid-19

Atas kejadian itu, pihak Dispakan , telah melakukan pemeriksaan berupa ravid tes  dan swab terhadap semua staf termasuk pejabat.

Dia menyebutkan, Kantor Dispakan beberpa hari ini terpaksa dikosongkan dan semua pegawainya menjalani karantina selama 14 hari.

Saat ini tidak ada aktivitas di Kantor Dispakan, yang berada di Komplek Pemkab Bandung tersebut, karena semua pegawai tengah menjalani karantina di rumahnya masing-masing.

Atep mengaku, tidak tahu pasti kapan semua pegawai di kantor bisa kembali berativitas, "Meskipun ketentuan dari pemerintah isolasi mandiri sampai 14 hari, tapi itu bukan jaminan sudah steril," katanya. [D.R]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.