Dark/Light Mode

Telin-BSSN Diskusikan Ancaman Siber Di Tengah Kemajuan Konektivitas Global

Kamis, 24 September 2020 20:28 WIB
Dari kiri: Kepala Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional BSSN Victor Tobing, Direktur Utama Telin Sukardi Silalahi, Kepala BSSN Hinsa Siburian, dan Komisaris Telin Jimmi Adiguna Kembaren di World Hub Operation Command Center (WHOCC) Telin, Jakarta, Kamis (24/9). (Foto: Istimewa)
Dari kiri: Kepala Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional BSSN Victor Tobing, Direktur Utama Telin Sukardi Silalahi, Kepala BSSN Hinsa Siburian, dan Komisaris Telin Jimmi Adiguna Kembaren di World Hub Operation Command Center (WHOCC) Telin, Jakarta, Kamis (24/9). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membuat seluruh negara terhubung dalam konektivitas global. Kondisi ini tentu memberi banyak manfaat bagi perkembangan ekonomi, pertukaran informasi, dan perkembangan berbagai sektor bisnis seperti perjalanan, pariwisata, media, dan hiburan. 

Baca Juga : Pakai Gas PGN, UMKM Bisa Hemat Biaya Produksi

Namun, di tengah semua manfaat itu, ada risiko yang harus diantisipasi. Apalagi jika risiko tersebut dapat mengganggu kedaulatan negara. Karena itu, pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia harus mengintegrasikan aspek-aspek keamanan, keandalan menyimpan rahasia negara, dan kedaulatan negara atas informasi yang dimilikinya. 

Baca Juga : Mahasiswa Diajak Aktif Edukasi Masyarakat Soal Mitigasi Dan Adptasi

Demikian pokok-pokok diskusi antara PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menjadi bagian dari acara kunjungan Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian dan jajarannya ke World Hub Operation Command Center (WHOCC) Telin, di Jakarta, Kamis (24/9). Delegasi BSSN diterima Direktur Utama Telin Sukardi Silalahi, Komisaris Telin Jimmi Adiguna Kembaren, dan EVP Global Network Operation Telin Suharyoto. Selain kunjungan, Hinsa juga berdiskusi dengan pegawai Telin melalui platform pertemuan virtual. Sesuai aturan PSBB, kunjungan ini dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan dengan membatasi jumlah personil yang berada di lokasi kunjungan.
 
Kunjungan BSSN ke Telin merupakan bentuk dukungan atas peran anak perusahaan PT Telkom tersebut yang membawa konektivitas layanan digital dari Indonesia ke luar negeri dan sebaliknya. Hinsa mengunjungi ruang komando dan melihat perangkat monitor seluruh network dan traffic melalui infrastruktur global yang terdiri dari Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) serta Point of Presence yang berlokasi di 28 negara. Seluruh pengawasan tersebut dilakukan tim Telin selama 24 jam setiap hari untuk memastikan jika ada gangguan dapat segera diatasi.
 
Acara dilanjutkan dengan webinar bertajuk “Keamanan Ruang Siber dalam Mendukung Ketahanan Nasional” yang dibuka Sukardi Silalahi. “Telin hadir di 10 negara di dunia, memiliki infrastruktur global dan kapabilitas untuk memberikan layanan terdepan kepada seluruh stakeholders, khususnya masyarakat Indonesia. Komitmen Telin untuk terus memberikan layanan terbaiknya melalui salah satunya adalah melalui hadirnya WHOCC untuk memastikan seluruh jaringan berjalan dengan baik,” ujar Sukardi. 
 
Dalam paparannya, Hinsa mengapresiasi serta berharap Telin tetap memberikan layanan telekomunikasi kepada bangsa Indonesia yang terjamin keamanannya, khususnya melihat banyaknya konten dan aplikasi dari luar negeri yang masuk Indonesia. “BSSN memerlukan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak terkait, termasuk Telin, guna menjaga keamanan ruang siber dalam mendukung ketahanan nasional,” ujar mantan Wakil Kepala Staf TNI AD ini.

Baca Juga : Djoko Tjandra Dikorek Soal DP Rp 7 M Untuk Pengurusan Fatwa MA

Hinsa mengharapkan, kolaborasi ke depan dapat terwujud salah satunya dalam pengembangan sumber daya manusia. Misalnya, dari Telin sebagai praktisi menjadi pengajar untuk pelatihan para personil di BSSN. [WUR]