Dark/Light Mode

Hari Ini Tim TGPF Intan Jaya Sampaikan Laporan

Orang Papua Senang

Rabu, 21 Oktober 2020 06:59 WIB
Ilustrasi tokoh Papua. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tokoh Papua. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Samuel Tabuni, TGPF dari unsur intelektual muda Papua, berharap, ke depan cara-cara bermartabat, berkeadilan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang dilakukan TGPF lebih diutamakan dalam menyelesaikan konflik sosial di daerahnya. “Sudah cukup konflik di Papua. Kita se mua ingin damai,” tegasnya.

Sementara, Pendeta Henok Bagau, tokoh agama Intan Jaya yang dekat de-ngan pendeta Yeremias Zanambani, kor-ban yang tertembak di Intan Jaya pada 19 September, menilai, upaya pengungkapan fakta seperti ini akan membuat warga Papua semakin percaya pada pemerintah pusat.

Baca juga : Orang Papua Puji Jokowi

Di dalam tim investigasi, pendeta Henok mengaku bekerja sama dengan baik dengan unsur TNI, Polri, dan BIN. TGPF sangat terbuka dan tak sedikit pun membatasi dirinya untuk bersuara. “Ini terobosan dalam sejarah masyarakat Papua. Tim yang dibentuk benar-benar independen, tidak berpihak pada siapa pun dan sungguh-sungguh mengikuti hati nurani dan fakta yang ada,” puji Henok.

Tokoh Papua lainnya yang juga ang-gota tim adalah Taha Alhamid. Sekjen Dewan Presidium Papua ini mengaku senang dengan cara kerja dan hasil-hasil yang dicapai tim. Tokoh Muslim Papua ini mengapresiasi unsur TNI dalam tim yang sangat humanis. Tokoh dan masyarakat Papua dapat duduk berdampingan dan saling percaya dengan TNI dan Polri.“Suatu perkembangan yang baik, TNI mau membuka diri.

Baca juga : Peringati Hari Santri, Gus Jazil Ingatkan Masyarakat Setia Dan Berjuang Jaga Keutuhan NKRI

Saya kira ini membuat makin tumbuhnya rasa percaya, lalu akan ada perubahan persepsi di masyarakat tentang TNI. Ini bisa menjadi modal untuk memulai membangun Papua ke depan. Papua yang damai untuk semua orang,” papar Taha.

Diplomat senior yang pernah menjadi duta besar Indonesia di PBB, Makarim Wibisono menilai, cara penyelesaian seperti ini akan memperbaiki nama Indonesia di bidang HAM.Apalagi tokoh-tokoh yang terlibat di dalam tim amat dipercaya publik.

Baca juga : Hari Libur, Masjid At Tin TMII Terapkan Kapasitas Tampung 50 Persen

Makarim menambahkan, upaya ini juga menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa pemerintah berlaku sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan. “Masyarakat merasa atau melihat bahwa pelanggaran HAM itu sebagai luka bangsa. Jadi, usaha pemerintah mem-bentuk TGPF ini, menunjukkan iti kad memperjelas keberpihakan pemerintah terhadap HAM itu,” ujarnya.

Sebagian anggota tim kini sudah kembali ke Papua, seperti Rektor Universitas Cenderawasih Apolo Safanpo. Sementara, sebagian lainnya masih di Jakarta untuk mendampingi Benny Mamoto menyerahkan hasil investigasi ke pemerintah. Hari ini, Benny dan para anggota TGPF akan diterima Menko Polhukam Mahfud MD, yang akan mengumumkan hasil investigasi tersebut. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.