Dark/Light Mode

KNKH Untar Kupas Isu Digitalisasi Dan Humanisme Dalam Ekonomi Kreatif

Kamis, 19 Nopember 2020 23:28 WIB
Konferensi Nasional Komunikasi Humanis (KNKH) virtual yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Tarumanagara (Untar). (Foto: Untar)
Konferensi Nasional Komunikasi Humanis (KNKH) virtual yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Tarumanagara (Untar). (Foto: Untar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Tarumanagara (Untar) menggelar Konferensi Nasional Komunikasi Humanis (KNKH) 2020, Kamis (19/11). Konferensi ini sebagai wadah diskusi ilmiah para akademisi dan praktisi terhadap topik-topik dalam ilmu komunikasi yang sedang berkembang. Selain itu, menjadi sarana menempatkan Fikom Untar dalam kancah program studi ilmu komunikasi di Indonesia. 

KNKH 2020, yang memasuki penyelenggaraan ketiga, berlangsung pada 19-20 November 2020. Berbeda dengan KNKH dua tahun sebelumnya, tahun ini digelar secara daring karena masih ada pandemi Covid-19. 

Berita Terkait : MPR Gandeng Kaum Ibu Sosialisasi 4 Pilar

KNKH 2020 mengambil tema “Digitalisasi dan Humanisme dalam Ekonomi Kreatif”. Tema tersebut dipilih didasari pada perkembangan dunia komunikasi yang semakin mengarah pada platform digital yang memberi dampak pada sisi humanis di masyarakat. 

Dekan Fikom Untar, Riris Loisa, mengatakan, perkembangan saat ini seperti pisau bermata dua. Di satu sisi merupakan kabar baik, yang menjanjikan masa depan komunikasi manusia yang super canggih. Di sisi lain, juga ada kekhawatiran bahwa digitalisasi, kecerdasan buatan, dan internet justru mengancam kemanusiaan.

Berita Terkait : KPK Terus Cegah Politisasi Bansos Di Masa Pilkada

“Dalam menghadapi tantangan ini, sebagai manusia komunikasi, perlu memastikan bahwa kita tidak akan kehilangan kemanusiaan kita. Karena kemanusiaan tidak bisa digantikan oleh segala sesuatu yang bersifat artifisial," kata Riris Loisa.

Dia menjelaskan, komunikasi digital hendaknya menjadi sarana bagi manusia untuk menemukan kembali jati diri kita sebagai makhluk sosial. Teknologi digital harus dijadikan alat untuk memperkuat semangat hidup secara sosial, semangat untuk berinteraksi secara humanis, bukan malah sebaliknya.

Berita Terkait : Bamsoet Ajak Masyarakat Dukung Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional

Hadir sebagai pembicara dalam acara ini Saras Dewi (akademisi), Budi Darmawan (Founder KitaBatik), Wenseslaus Manggut (Direktur Konten Kapanlagi Youniverse/Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia), dan Sinta Paramita, (Pengamat Komunikasi Digital Untar). Kegiatan ini diikuti dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. [KW]