Dark/Light Mode

Hashim Bicara Penangkapan Edhy

Prabowo Merasa Dikhianati Si Anak Angkat Dari Selokan

Sabtu, 5 Desember 2020 07:10 WIB
Beginilah gaya bapak dan anak saat konferensi pers, di Jakarta, kemarin. Si Bapak, Hashim Djojohadikusumo dan Si Anak, Saraswati. Mereka bicara soal kasus suap benih lobster yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. (Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA/WSJ)
Beginilah gaya bapak dan anak saat konferensi pers, di Jakarta, kemarin. Si Bapak, Hashim Djojohadikusumo dan Si Anak, Saraswati. Mereka bicara soal kasus suap benih lobster yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. (Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA/WSJ)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hingga kini masih bungkam soal penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo. Namun, adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, membeberkan sikap kakaknya itu. Kata Hashim, Prabowo merasa dikhianati Edhy yang merupakan anak angkat yang dulu diambil dari selokan.

Selain Partai Gerindra, kasus lobster-gate ini ikut mencoreng nama besar keluarga Prabowo.

Perusahaan milik keluarga Prabowo dituding ikut terlibat dalam kasus tersebut. Salah satu yang paling banyak diomongin warga dunia maya, yakni PT Bima Sakti Mutiara, perusahaan milik Hashim.

Perusahaan tersebut sekarang dipegang oleh anaknya, Rahayu Saraswati. Isu tak sedap ini jelas mengganggu. Apalagi Saraswati saat ini sedang mencalonkan diri sebagai wakil walikota di Pilkada Kota Tangerang Selatan.

Saraswati sebenarnya sudah menyampaikan klarifikasi dengan mengunggah video di akun Twitter miliknya. Namun video perbincangan dengan ayahnya itu tak membuat isunya mereda.

Berita Terkait : Hasjim: Prabowo Merasa Dikhianati Edhy Prabowo

Tak ingin terus-terusan jadi bola liar, Hashim menggelar konferensi pers di kawasan Jakarta Utara, kemarin. Dalam acara ini, Hashim didampingi pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea.

Kepada wartawan, Hashim tak hanya menepis keterlibatan perusahaannya. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini juga mengungkapkan kekecewaan kakaknya kepada Edhy.

“Prabowo sangat marah, sangat kecewa. Merasa dikhianati,” ungkap Hashim. Kata Hashim, Prabowo mengungkapkan kekecewaannya itu dalam bahasa Inggris. Hashim mengaku biasa berkomunikasi dengan kakaknya dalam bahasa Inggris.

“Dia (Prabowo) sangat kecewa dengan anak yang dia angkat dari selokan 25 tahun lalu. I pick him up from the gutter. And this what he does to me. (Saya ambil dia dari selokan. Dan inilah yang dia lakukan pada saya),” kata Hashim menirukan omongan Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Hashim menegaskan tak ada kaitan antara keluarganya dalam kasus ekspor benur. Dia pun merasa terzalimi, lantaran namanya dan putrinya, Rahayu Saraswati dikait-kaitkan dengan
kasus tersebut. “Saya merasa dihina dan difitnah. Anak saya sangat merasakan,” ujarnya.

Berita Terkait : Ah, Prabowo Nggak Ksatria

Hashim menduga, ada permainan politik untuk menjatuhkan nama keluarganya. Dia pun menegaskan, sudah lama berbisnis di bidang kelautan. Selama menggeluti bisnis itu, Hashim menegaskan, tak pernah curang, korupsi dan melanggar peraturan.

Hashim menceritakan, keluarganya mulai berbisnis di bidang kelautan 34 tahun lalu atau sekitar tahun 1986. Awalnya di bidang budidaya mutiara. Namun 5 tahun terakhir bisnis tersebut meredup. Kemudian perusahaan melakukan diversifikasi bisnis ke hewan laut seperti tripang, lobster dan kepiting.

Saat Susi Pudjiastuti menjabat Menteri KP, perusahaan Hashim tidak melakukan bisnis lobster. Karena saat itu ada larangan budidaya lobster. Kemudian di masa Edhy Prabowo izin budidaya lobster dibolehkan. Perusahaan Hashim pun ikut mengurus perizinan ekspor benih lobster.

Namun hingga kini Hashim mengaku belum melakukan ekspor, karena izin tersebut sama sekali belum keluar. “Ini saya mau luruskan karena hampir semua kawan-kawan saya, bahkan keluarga kami berpikir kami sudah punya izin lobster. Sampai sekarang kami belum, mohon itu diluruskan. Kami merasa dizalimi,” tegasnya.

Hotman Paris mengatakan, kliennya sudah melakukan proses pengajuan izin bisnis yang jujur dan sesuai prosedur. Menurutnya, tak ada kaitannya keluarga Prabowo pada kasus ini.

Berita Terkait : Bamsoet Tidak Ingin Batalkan Pernikahan

“Mentang-mentang Edhy ini adalah mantan anak buah Prabowo Subianto seolah-olah semua yang dilakukan dalam bidang ekspor ini motor di belakangnya adalah Prabowo atau keluarganya dapat manfaat. Itu image,” ujarnya.

Kedekatan Prabowo dengan Edhy memang sudah jadi rahasia umum. Edhy dikenal sebagai tangan kanannya Prabowo. Perkenalan Prabowo dan Edhy dimulai 25 tahun yang lalu.

Seiring waktu, Edhy akhirnya jadi orang kepercayaan Prabowo. Edhy yang mendampingi Prabowo saat tinggal di Jerman dan Yordania. Setelah Prabowo mendirikan Partai Gerindra, karier Edhy di dunia politik ikut terangkat. Dia berhasil menjadi anggota DPR dan kemudian diajak Prabowo menjadi menteri. [FAQ]