Dark/Light Mode

Karni “Almarhumkan” ILC

Panggung Para Oposisi Itu, Sekarang Telah Dirobohkan

Rabu, 16 Desember 2020 07:41 WIB
Karni “Almarhumkan” ILC Panggung Para Oposisi Itu, Sekarang Telah Dirobohkan

RM.id  Rakyat Merdeka - Semalam, jadi tayangan terakhir Indonesia Lawyers Club (ILC) di TvOne. Karni Ilyas, selaku pembawa acara sudah mengumumkan, ILC akan cuti panjang. Mendengar Karni “almarhumkan” ILC’, warga dunia maya berduka. Panggung para oposisi itu, sekarang telah dirobohkan.

Sebelum tayang pada Selasa malam, Karni selalu mengumumkan topik yang akan diangkat ILC. Kebiasaan itu dilakukan juga oleh Karni, kemarin. Bedanya, setelah mencuitkan tema diskusi ILC, ada cuitan lanjutan yang dibuat Karni lewat akun Twitter-nya.

“Dear Pencinta ILC: Sekalian kami umumkan edisi ini adalah episode terakhir akhir tahun ini dan merupakan episode perpisahan. Sebab mulai tahun depan, berdasarkan keputusan manajemen TV One, ILC dicutipanjangkan sementara waktu. Mohon maaf sebesar-besarnya kepada Pencinta ILC,” cuitnya kemarin siang.

Pengumuman yang disampaikan Karni itu membuat heboh warga dunia maya. Mengingat selama ini, acara yang sudah mengudara sejak 2008 itu, paling banyak diminati masyarakat, khususnya kalangan oposisi.

Baca Juga : Lanjut Reklamasi, Anies Ingkar Janji

Acara yang kerap berlangsung hingga tengah malam, selama ini memang menjadi panggung sejumlah tokoh oposisi untuk menyampaikan kritiknya pada pemerintah. Bahkan kritik-kritik pedas yang disampaikan membuat sejumlah tokoh menjadi idola masyarakat. Di antaranya, ada Rokcy Gerung, Rizal Ramli hingga politisi Gerindra Fadli Zon.

Sampai tadi malam, cuitan Karni tersebut mendapat 3 ribu komentar dan di-retweet oleh 3.081 pengguna. Komentarnya beragam. Sebagian besar menanyakan kenapa program tersebut “dialmarhumkan”. Termasuk sejumlah tokoh ikut heran, kenapa tiba-tiba ILC tidak akan tayang lagi.

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, salah satu yang bertanya. “Kenapa mesti diakhiri,” kicau senator DKI Jakarta itu, lewat akun @Jimlyas, tadi malam.

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid ikut mengelus dada. Dia bilang, pers adalah pilar ke-4 demokrasi. Maka di Indonesia yang negara demokrasi, mestinya ILC diperbanyak. Bukan diminta “libur panjang”.

Baca Juga : Gempa M 6,2 Guncang Mindanao, Terasa Sampai Tahuna Sulawesi Utara

"Semoga keputusan itu belum final. Sehingga publik masih bisa jumpa dengan ILC di 2021, atau dengan yang lebih dahsyat dari ILC. Tarima kasih Uda,” ujar @hnurwahid.

Waketum Gerindra, Fadli Zon ikut berbela sungkawa dan menyinggung soal demokrasi. “Terima kasih atas peran @ILCtv1 selama ini. Kelihatannya demokrasi memang telah dimatikan,” tulis Fadli di @fadlizon.

Ekonom senior Rizal Ramli ikut prihatin. Menurut dia, penguasa makin lama makin panik dan tidak percaya diri. “Semangat otoriternya sedang menggebu-gebu, takut dengan bayangannya sendiri,” ujar @RamliRizal.

Banyaknya cuitan tentang ILC, membuat kata kunci Karni masuk daftar trending topic di Twitter. Mayoritas warganet kecewa bila benar ILC tidak akan tayang lagi. “Cuti panjang akhirnya jadi cuti selamanya,” kata akun @Tarompaigergak.

Baca Juga : Tok! Hery Gunardi Ditunjuk Jadi Dirut Bank Syariah Indonesia

“Bilang ajalah ngak boleh tayang lagi.. Dan akan berhenti untuk selama lamanya,” cuit akun @faisalkhtto. “Innalilahi ILC pun akhirnya Take Down... Mengalah,” sambung akun @NenkMonica. “ILC dikubur,” kata akun @rhyt_im.

“Iyaa istirahatlah.. di tengah bangsa yang tidak siap berdemokrasi mendingan kegiatan ditiadakan dulu. Hanya menimbulkan kegaduhan saja. Tks,” sindir akun @ajul2707.

Akun @saraswatimulyon menilai terlalu jauh mengkaitkan berhentinya ILC dengan demokrasi. “Yang nutup Karni Ilyas sendiri, kenapa protesnya tentang matinya Demokrasi?” cuitnya. “Lanjut aja pak, jangan ditunda kasian Rocky sama Fadli, gak ada honor lagi, bisa ga makan dianya,” ledek akun @Afdalfaisal3. “Ada yang kehilangan panggung buat nyinyirin pemerintah dong,” timpal akun @Trompowsky1. [BCG]