Dark/Light Mode

Virus Corona Jenis Baru Sudah Masuk Kalimantan

BGS Buru-buru Menenangkan

Rabu, 30 Desember 2020 05:25 WIB
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (BGS).
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (BGS).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekarang, dunia lagi dihebohkan virus Corona dengan varian baru. Virus Corona baru ini sudah nyebar di Inggris, sudah singgah di Singapura dan Malaysia, bahkan disebut-sebut sudah terdeteksi ada di Kalimantan. Agar masyarakat tidak panik dengan virus Corona baru ini, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (BGS) buru-buru menenangkan.

Kemarin, BGS menggelar jumpa pers di Kantor Presiden. Banyak yang disampaikan BGS. Mulai dari banyaknya tenaga kesehatan yang meninggal, pembelian vaksin, sampai dengan virus Corona baru.

Baca juga : Direksi Pertamina Tinjau dan Pastikan Kesiapan Layanan BBM dan LPG di Jalur Wisata Puncak

Terkait virus Corona baru, BGS menjelaskan, mutasi baru virus Corona yang dinamakan B117 atau N501Y punya tiga karakter. Pertama, lebih mudah menular. Kedua, tidak terbukti lebih parah atau lebih fatal dari Covid-19. Ketiga, bisa dideteksi dengan alat tes yang ada: swab test antigen.

“Tiga hal itu yang sudah kami peroleh dari para ahlinya. Saya berusaha menerjemahkannya dalam bahasa yang lebih mudah dipahami,” kata eks Dirut Bank Mandiri ini.

Baca juga : Suka Cita Petani Kalimantan Timur Penerima Bantuan Benih Hortikultura

Apakah virus Corona baru itu sudah masuk Indonesia? BGS mengaku, belum tahu. Sebab, untuk mendeteksinya, harus dilakukan pengurutan keseluruhan informasi genetik yang dimiliki suatu sel atau organisme (genome sequencing)

Bersama Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro, BGS akan mengkoordinasikan 11-12 laboratorium yang punya kemampuan melakukan genome sequencing untuk mengetahui apakah virus Corana baru itu sudah masuk Indonesia, atau belum.

Baca juga : Virus Corona Sudah Sampai Antartika

“Kami juga akan bekerja sama dengan banyak laboratorium internasional yang rutin melakukan genome sequencing. Tujuannya, untuk mengetahui pola penyebarannya di dunia,” bebernya.

BGS juga akan meminta rumah sakit rujukan Covid untuk mengirimkan sampelnya secara rutin ke jaringan laboratorium ini. “Untuk melihat apakah ada strain baru,” tukasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.