Dark/Light Mode

Drone Negara Asing Berkeliaran

Prabowo, Mana Aksimu?

Minggu, 3 Januari 2021 06:57 WIB
Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Prabowo Subianto (Foto: Instagram/prabowo)
Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Prabowo Subianto (Foto: Instagram/prabowo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Drone negara asing ditemukan berkeliaran di perairan NKRI. Namun, sampai kemarin, belum ada sikap tegas dari Menteri Pertahanan, Letjen (Purn) Prabowo Subianto. Prabowo yang galak itu, ke mana ya? 

Saeruddin, nelayan yang biasa mencari ikan di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, kaget ketika alat jaringnya berhasil menjaring benda yang diduga drone bawah air, pada 20 Desember 2020. Dia pun langsung menyerahkan drone tersebut ke polisi setempat, yang kemudian menyerahkannya kepada militer Indonesia. 

Drone sepanjang 2,25 meter ini dilengkapi sensor di ujungnya. Gambar kendaraan bawah laut tak berawak (unmanned undersea vehicle/UUV) menunjukkan, bahwa ia memiliki tubuh berbentuk torpedo dengan sepasang sayap dipasang ke tengah dan ekor vertikal. 

Berita Terkait : Pendukung Capres 02 Minta Sumbangan Pilpres Dibalikin

Pengguna Twitter @Jatosint mencatat kemiripan drone tersebut dengan sea wing UUV atau drone yang diproduksi Institut Otomasi Shenyang Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).

Ini bukan pertama kalinya drone bawah laut ditemukan di perairan Indonesia. Setidaknya, dua kendaraan bawah laut tak berawak jenis glider laut ditemukan di perairan Indonesia dalam 2 tahun terakhir. 

Pengamat pertahanan dan intelijen, Susaningtyas Kertopati menilai, aksi ini tidak bisa dibiarkan. Untuk mengantisipasi hal ini terjadi kembali, dia mengusulkan pemerintah segera melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan senjata anti drone air. “Sehingga deteksi dini keberadaan drone negara lain dapat dilaksanakan dengan cepat tepat,” ujar wanita yang akrab disapa Nuning, kepada Rakyat Merdeka, semalam. 

Baca Juga : PDIP Dan Gerindra Kena Getahnya

Kata dia, saat ini teknologi yang paling mendominasi sistem pertahanan adalah unmanned system. Di antaranya pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/ UAV), kapal tanpa awak (unmanned surface vehicle/USV), dan kendaraan tanpa awak yang dioperasikan di atas permukaan air (unmanned sub-surface vehicle/USSV). 

Anggota Komisi I DPR, Syaifullah Tamliha menganggap, drone yang ditemukan nelayan sebagai aksi intelijen. Menurut dia, perairan Indonesia di Laut China Selatan sering dilewati kapal selam China maupun Amerika Serikat (AS). “Pemerintah memaksimalkan kapal perang TNI yang sudah ada. Juga mengawal batas wilayah perairan Indonesia dengan memperkuat Badan Keamanan Laut (Bakamla),” tegasnya. 

Anggota Komisi I DPR, Sukamta mengatakan, kejadian ini pekerjaan rumah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Menurut dia, Prabowo harus meningkatkan kemampuan teknologi pertahanan, terutama dalam penginderaan jarak jauh. Ketidakmampuan menciptakan teknologi ini bukan alasan bagi pemerintah. Kata Sukamta, Indonesia bisa kerja sama dengan sejumlah negara lain untuk alih teknologi. 

Baca Juga : Minggu Pertama 2021, Layanan SIM Keliling di Jakarta Hadir di 2 Lokasi

Bagaimana tanggapan Kementerian Pertahanan (Kemenhan)? Rakyat Merdeka mencoba mengkonfirmasi orang-orang di Kementerian Pertahanan, tapi belum ada jawaban. Baik dari Jubir Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak, maupun Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenhan, Brigjen Ignatius Eko Djoko. [MEN]