Dark/Light Mode

Wapres Telepon Fawziya, Tawarkan Qatar Investasi Industri Halal Di RI

Selasa, 12 Januari 2021 16:34 WIB
Wapres,  Maruf Amin
Wapres, Maruf Amin

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mulai memasarkan bisnis industri halal di pasar dunia. Dalam via teleponnya, Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin menawarkan Pemerintah Qatar untuk berinvestasi pada sektor industri halal yang saat ini sedang dikembangkan Pemerintah Indonesia.

Wapres menyampaikan tawaran tersebut secara langsung kepada Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Fawziya Edrees Salman Al-Sulaiti melalui telekonferensi video, di Jakarta, Selasa (12/1).

"Indonesia sedang membuka peluang investasi dari berbagai negara.  Salah satunya, industri halal. Oleh karena itu, kami mengajak Pemerintah Qatar untuk berinvestasi ke Indonesia dan kami sangat terbuka," kata Wapres dilansir Antara.

Baca Juga : Dump Truck Milik Perusahaan Indonesia Bantu Evakuasi Korban Banjir Di Malaysia

Wapres menilai, industri halal memiliki potensi besar di pasar dunia. Apalagi Indonesia juga memiliki sumber daya untuk mengembangkan industri tersebut 

"Potensi industri halal di Indonesia sangat besar. Jadi, sekaligus kami ingin mengajak untuk mempererat hubungan dan kerja sama ekonomi dan investasi," katanya.

Dubes Qatar untuk Indonesia, Fawziya menyambut positif tawaran Wapres Ma’ruf untuk berinvestasi di Indonesia. 

Baca Juga : Gelandang Timnas U-19 Khairul Imam Zakiri, Punya Peran Ganda Di Liga Spanyol

Fawziya mengatakan, pihaknya akan meneruskan ajakan tersebut kepada Pemerintah Qatar untuk dapat segera ditindaklanjuti.

"Segala hal yang ditawarkan, kami akan terima semuanya untuk bisa ditindaklanjuti," kata Fawziya.

Pemerintah Indonesia optimistis dapat menjadi produsen produk halal terbesar di dunia. Optimisme tersebut, diperkuat dengan adanya peningkatan konsumsi produk halal dunia terus meningkat setiap tahunnya.

Baca Juga : Dalam 24 Jam Nambah 302, Kasus Kematian Cetak Rekor

Permintaan pasar global terhadap produk halal pada 2018 tercatat mencapai 2,2 triliun dolar AS. Angka tersebut,  diprediksi meningkat hingga 3,2 triliun dolar AS pada 2024.

Selain itu, populasi penduduk muslim dunia juga diprediksi akan mencapai 2,2 miliar orang pada 2030, sehingga hal itu akan memperkuat peningkatan industri pasar halal global.

Potensi tersebut harus dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar global melalui ekspor produk halal,” kata Wapres [FIK]