Dark/Light Mode

PB PDGI Siap Dukung Pemerintah Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Rabu, 13 Januari 2021 19:30 WIB
Ketua Umum PB PDGI Dr. drg. Sri Hananto Seno, SpBM (K) (Foto: Humas BNPB)
Ketua Umum PB PDGI Dr. drg. Sri Hananto Seno, SpBM (K) (Foto: Humas BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) menyambut baik program vaksinasi Covid-19 perdana, yang diawali oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tadi pagi, Rabu (13/1).

Sesuai rencana pemerintah, tahapan program vaksinasi perdana akan menyasar 1,48 juta tenaga kesehatan (nakes), . yang rencananya berlangsung mulai Januari sampai Februari 2021.

Terkait hal ini, Ketua Umum PB PDGI Dr. drg. Sri Hananto Seno, SpBM (K) menegaskan kesiapan dokter gigi - sebagai bagian dari tenaga kesehatan - untuk divaksin.

Berita Terkait : Penerima Vaksin Covid Pertama Di Papua Pilih Nyuntik Sendiri

"Dalam upaya bersama penanggulangan pandemi Covid-19, kami dokter gigi Indonesia yang berjumlah hampir 40 ribu, menyambut baik upaya serius pemerintah yang diwujudkan dalam vaksinasi. PDGI siap menyukseskan vaksinasi," ujar Seno.

Vaksinasi bertujuan mencapai herd immunity (kekebalan imunitas). Tubuh yang memiliki kekebalan diri, dapat mencegah infeksi virus Corona. Sehingga, dapat menekan jumlah dokter dan tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.

"Saat ini, tercatat 20 dokter gigi yang wafat karena Covid-19. Vaksinasi merupakan cara, agar dokter gigi dan tenaga kesehatan lainnya menjadi kebal dan terhindar dari Covid-19. Kami juga mengajak masyarakat untuk kooperatif divaksin," pungkas Seno.

Berita Terkait : Jokowi, Pemimpin Dunia Pertama Yang Disuntik Vaksin Covid Sinovac

Meski sudah diberi vaksin, Seno mengingatkan masyarakat untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan. Dengan secara konsisten melakukan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Vaksinasi bukanlah tanda berakhirnya 3M. Harus dilanjutkan. Kami di PDGI bahkan menambah 2M, yaitu menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Ini sangat penting  karena kesehatan menjadi prioritas dan kepentingan kita bersama," jelas dokter tim kepresidenan tahun 2004-2019 ini.

Vaksinasi Covid-19 rencananya akan diberikan secara bertahap di 34 provinsi, dengan memprioritaskan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan.

Berita Terkait : Panglima Hadi Minta Prajurit TNI Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Vaksin yang disiapkan pemerintah, telah melalui prosedur penelitian uji klinis yang panjang oleh otoritas yang berwenang: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, vaksin telah dinyatakan halal dan thoyib oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). [HES]