Dark/Light Mode

Evakuasi SJ182 Dikejar Waktu

Potongan Tubuh Korban Mulai Hancur

Jumat, 15 Januari 2021 07:30 WIB
Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan ke kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air PK-CLC nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak pada hari keenam Operasi SAR pesawat tersebut di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/1/2021). (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)
Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan ke kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air PK-CLC nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak pada hari keenam Operasi SAR pesawat tersebut di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/1/2021). (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Evakuasi korban Sriwijaya Air SJ182 masih terus berlangsung. Namun, tim yang dikomandoi Basarnas itu, dikejar waktu. Pasalnya, potongan tubuh korban mulai hancur karena sudah beberapa hari di air.

Sejak pesawat Sriwijaya Air hilang kontak, Basarnas, TNI, Polri dan pihak-pihak terkait langsung bergerak. Mereka mencari keberadaan pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu itu.

Baca juga : Tim SAR Temukan Potongan Pesawat Dan Tubuh Penumpang Sriwijaya Air

Puluhan kapal laut dan ratusan petugas dikerahkan. Setiap hari, mereka menyelam mencari korban. Sriwijaya Air SJ182 tercatat membawa 62 orang. 50 penumpang, 12 kru pesawat.

Masuki hari keenam, Basarnas terus bergerak cepat dan memperluas pencarian para korban. Mereka mencari ke pantai-pantai maupun pulau besar di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Baca juga : Data KPM Dibenahi, Menteri Risma Pastikan Bansos Cair 4 Januari

Direktur Operasi Basarnas, Brigjen Rasman MS memprediksi, tubuh korban maupun serpihan pesawat terbawa arus cukup jauh. Apalagi beberapa bagian tubuh korban ada yang menyangkut di jaring nelayan juga.

Rasman juga mengatakan, tim bekejaran dengan waktu. Semakin lama di laut, kondisi potongan tubuh korban akan hancur.

Baca juga : Pengusaha Minta Larangan Truk Kelebihan Muatan Diundur 2025

“Kan kemarin dilihat sudah mulai hancur. Tetapi itu nanti tugasnya DVI (Disaster Victim Identification). Yang jelas, semakin lama korban di dalam air itu, DNA-nya semakin kabur,” ujar Rasman, di JICT II, kemarin.

Hingga tadi malam, Tim DVI Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur sudah menerima 139 kantong jenazah yang berisi potongan tubuh korban. Dari 139 kantong tersebut, Tim DVI sudah mengindentifikasi 12 korban.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.