Dark/Light Mode

SJ182 Dikasih Waktu 3x24 Jam

Sabtu, 16 Januari 2021 07:28 WIB
Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan ke kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/1/2021). Pada hari ketujuh operasi pencarian puing dan korban Sriwijaya Air SJ182, penyelam Basarnas menemukan 13 kantong yang merupakan bagian tubuh korban. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)
Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan ke kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/1/2021). Pada hari ketujuh operasi pencarian puing dan korban Sriwijaya Air SJ182, penyelam Basarnas menemukan 13 kantong yang merupakan bagian tubuh korban. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki hari ke-7, pencarian perekam suara kokpit atau Cockpit Voice Recorder (CVR) Sriwijaya Air SJ182 masih belum membuahkan hasil. Basarnas memutuskan memperpanjang pencarian dan evakuasi selama 3 hari ke depan. Selama 3x24 jam nanti, semoga evakuasi SJ182 bisa tuntas.

Pencarian yang dilakukan Tim SAR kemarin mulai lebih agresif lagi. Strategi yang dipakai selama 6 hari menelusuri lokasinya jatuhnya pesawat, sedikit diubah. Personel yang dikerahkan mencapai 4.132 anggota.

Jumlah penyelam, juga ditambah. Jika hari ke-6 ada 260 penyelam, kemarin Tim SAR menerjunkan 310 penyelam. Mereka fokus mencari potongan tubuh korban, serpihan pesawat, dan CVR. Sebanyak 62 kapal dikerahkan untuk mendukung pencarian: 21 unit alutsista berukuran kecil seperti sea rider maupun jetski, 13 pesawat, dan 37 ambulans, juga diturunkan.

“Itulah potensi yang diserahkan ke kami untuk dioperasionalkan melakukan pencarian dan pertolongan pesawat Sriwijaya,” ungkap Direktur Operasional Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman di Posko Terpadu JICT II, Jakarta Utara.

Berita Terkait : Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ182, Tim Temukan 13 Kantong Jenazah

Kata Rasman, pencarian tidak hanya dilakukan di Pulau Lancang dan Pulau Laki, tetapi diperluas hingga Pulau Untung Jawa, Pulau Rambut, dan Pulau Bokor. Artinya, segala kemungkinan akan dimaksimalkan untuk memberikan yang terbaik kepada keluarga korban.

Apa hasilnya? Dalam pencarian kemarin, Tim SAR kembali membawa 13 kantong berisi bagian tubuh korban. Temuan itu langsung diserahkan pada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dengan demikian, sudah ada 155 kantong jenazah yang sudah ditemukan Tim SAR.

Dari TNI AL, tim penyelam berhasil menemukan baterai dan casing CVR. Sementara memori dari CVR masih belum berhasil ditemukan.

Panglima Komando Armada (Koarmada) 1, Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid optimis, dalam 2-3 hari ke depan CVR bisa ditemukan. “Kita berdoa saja. Yang kecil saja baterainya itu bisa kita temukan. Panjangnya kurang lebih 32 centimeter. Sama dengan kotak sepatu. Kalau baterainya lebih kecil,” ucapnya.

Berita Terkait : Potongan Tubuh Korban Mulai Hancur

Selain itu, Tim penyelam Datasemen Jalamangkara (Denjaka) juga menemukan mesin pembangkit pesawat yang diduga milik SJ182. Penemuan mesin pembangkit itu di kedalaman 17 meter. Berat mesin pembangkit pesawat ini sekitar 150 kilogram. Proses pengangkatan dari dasar laut pun dibantu oleh 10 orang tim Denjaka.

Sementara, berdasarkan Undang-Undang 29/2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, evakuasi dilakukan paling lama 7 hari. Namun bisa dilakukan perpanjangan pertama selama 3 hari.

Mengacu pada hal itu, Kepala Basarnas, Marsma TNI Bagus Puruhito memutuskan untuk memperpanjang proses evakuasi selama 3 hari. Dengan perpanjangan ini, maka proses evakuasi akan berakhir pada Senin (18/11).

Setelah perpanjangan, Basarkan akan kembali melakukan evaluasi. Dengan begitu, mereka bisa memutuskan apakah pencarian dan pertolongan tetap dilakukan atau tidak. “Artinya setelah itu kita evaluasi kembali dan kita putuskan selanjutnya,” tandas Bagus.

Berita Terkait : Angkasa Pura II Tugaskan Personel ARFF Soetta Bantu Operasi SAR Sriwijaya Air SJ182

Anggota Komisi I DPR, Dave Laksono mengapresiasi kinerja Tim SAR Gabungan. Politisi Golkar ini mengaku sudah meninjau langsung posko Basarnas di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta. “Hanya saja dari sisi kebutuhan, memang banyak membutuhkan banyak bantuan,” ujarnya. [MEN]