Dark/Light Mode

Datang Ke KPK, Sandiaga Uno Minta Komisi Antirasuah Kawal Program Kemenparekraf

Kamis, 21 Januari 2021 14:43 WIB
Sandiaga Uno usai bertemu pimpinan KPK, di Gedung Merah Putih, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (21/1). (Foto : Istimewa)
Sandiaga Uno usai bertemu pimpinan KPK, di Gedung Merah Putih, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (21/1). (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyambangi markas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sandi mengaku kedatangannya adalah untuk meminta komisi antirasuah mengawasi seluruh program di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"Kami sampaikan keinginan untuk dapat tingkatkan program pendampingan oleh KPK kepada Kemenparekraf untuk tahun 2021," ujar Sandi usai bertemu pimpinan KPK, di Gedung Merah Putih, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (21/1).

Sandi menilai, pendampingan KPK terhadap segala program Kemenparekraf sangat penting. Politisi Gerindra ini tak mau program di Kemenparekraf dimanfaatkan sebagai ladang korupsi pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Berita Terkait : Menteri Teten Dan Menteri Sandi Uno Duet Dongkrak Potensi UMKM Di 5 Destinasi Super Prioritas

"Kami akan fokus pada program kita tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu," imbuhnya.

Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu ingin seluruh program yang sedang digencarkan Kemenparekraf bisa dinikmati masyarakat. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memberikan penghidupan bagi 34 juta rakyat Indonesia. Apalagi, saat ini lapangan kerja banyak yang terdampak akibat pandemi dan terpuruknya ekonomi.

"Kami Kemenparekraf akan bergerak cepat, gerak bersama, bahwa kita gaspol dalam melakukan program yang membantu masyarakat tentunya dengan tata kelola yang baik dan good governance dan tentu mempertahankan integritas transparansi, kapabilitas, dan awareness," tutur Sandi.

Kemenparekraf juga akan segera menggagas pendidikan antikorupsi di Poltek Pariwisata. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari culture di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. "Untuk menghadirkan satu sektor yang betul-betul bebas korupsi, clean society, dan juga meningkatkan competitiveness," ucap putra Mien Uno ini.

Berita Terkait : Dino Patti Djalal Cuma Minta Bayaran Satu Dendeng Balado Per Bulan

Selain itu, Sandi juga meminta pendampingan untuk pengisian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). "Agar budaya kita untuk terus melaporkan LHKPN dan gratifikasi bisa terinstitusionalisasi di Kemenparekraf," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menyambut baik permintaan Sandi. Menurutnya, pengawasan program penting untuk mencegah korupsi. KPK tak mau kasus korupsi terjadi lagi di kementerian.

"Pendampingan dalam arti hal yang bisa menghindarkan menteri dan semua jajarannya dari hal-hal tidak diinginkan agar menjadi contoh untuk beberapa kasus yang kemarin," tutur Lili.

Beberapa masukan yang disampaikan dalam diskusi antara lain terkait akurasi database dan kriteria penerima bantuan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. KPK meminta agar kedua hal tersebut menjadi perhatian serius untuk memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan.

Berita Terkait : Relawan Siaga Dukung Mitigasi Di 5 Daerah Wisata Super Prioritas

Sandi datang ke KPK didampingi Wakil Menteri Angela Tanoesoedibjo, Sesmen Ni Wayan Giri Adnyani, Inspektur II Bayu Aji, dan Kepala Biro Umum dan Hukum Dessy Ruhati.

Mereka diterima Pimpinan KPK Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron dan Nawawi Pomolango beserta jajaran di Kedeputian Pencegahan dan Monitoring, Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, serta Kesekjenan. [OKT]