Dark/Light Mode

Lahan Pemakaman Covid Makin Terbatas, Ayo Disiplin Protokol Kesehatan!

Jumat, 22 Januari 2021 19:26 WIB
Ilustrasi pemakaman jenazah Covid di TPU Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Ilustrasi pemakaman jenazah Covid di TPU Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur dan TPU Tegal Alur, Jakarta Barat kini tak lagi menjadi rujukan tempat pemakaman Covid-19 karena sudah penuh. Terutama, untuk jenazah muslim. Lokasi pemakaman khusus Covid di Jakarta pun bergeser ke TPU Srengseng Sawah, Jakarta Selatan dan TPU Bambu Apus, Jakarta Timur.

Keterbatasan lahan pemakaman Covid ini mendapat sorotan dari Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo, yang menjadi pembicara dalam wawancara yang dilangsungkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) pada Kamis (21/1).

Berita Terkait : Ini Kata Kemenkes Dan BPOM, Soal Bupati Sleman Yang Positif Covid Setelah Disuntik Vaksin Sinovac

Menurutnya, pemakaman adalah keyakinan seseorang yg tidak dapat dipaksakan. Benny berpendapat, alternatif pemakaman jenazah Covid di pemakaman umum dapat diberikan. Asalkan dengan protokol kesehatan yang jelas, serta menghindari kerumunan. Atau dimakamkan satu lubang dengan keluarga yang terlebih dahulu meninggal.

"Persoalan kita, saat ini darurat sistemnya. Solusinya bisa tumpang sari atau dilakukan di pemakaman umum, tetapi menggunakan protokol Covid. Karena faktanya, dari penelitian, yang meninggal tidak menularkan virus ini," jelasnya.

Berita Terkait : Kesiapsiagaan Bencana Penting Cegah Penularan Corona Di Pengungsian

Benny menegaskan, kesulitan dan keterbatasan lahan ini adalah peringatan untuk masyarakat, agar lebih mematuhi protokol kesehatan.

"Ini warning kepada kita agar disiplin kesehatan. Pembatasan kerumunan harus ditaati. Disiplin diri juga harus dilakukan, dan lainnya," tegas Benny.
 Selanjutnya