Dark/Light Mode

Pandemi Covid-19 Nyaris Setahun, Suku Baduy Di Kabupaten Lebak Nol Kasus Positif

Jumat, 22 Januari 2021 11:59 WIB
Masyarakat adat Baduy. (Foto: Antara)
Masyarakat adat Baduy. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 nyaris setahun. Makin ke sini, lonjakan kasus positif bahkan makin menggila. Tapi, sampai saat ini, tak ada satu pun masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, yang dinyatakan positif Covid-19.

Masyarakat Baduy di pedalaman Lebak, Banten, terbebas dari Covid-19 karena disiplin tidak ke luar daerah.

"Kami mengapresiasi warga Baduy dapat mengendalikan Covid-19 itu," kata Petugas Medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cisimeut Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Iton Rustandi di Lebak, seperti dikutip Antara, Rabu (20/1).

Berita Terkait : Rencana Belajar Tatap Muka Tolong Dijadwal Ulang Dong

Iton yang wilayah kerjanya meliputi Kanekes, Bojongmenteng, Nayagati, dan Cisimeut Raya menambahkan, masyarakat Baduy terbilang patuh dalam menjalankan protokol kesehatan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan guna mencegah penularan virus Corona.

Tetua adat setempat mengimbau masyarakat Baduy, agar tidak ke luar daerah seperti Jakarta, Tangerang dan Bogor yang menjadi daerah penyebaran Covid-19.

Mereka lebih banyak di rumah dan ladang-ladang, untuk mengembangkan pertanian. "Kami juga mengoptimalkan edukasi tentang bahaya Covid-19, agar warga Baduy mengetahui penyebaran penyakit tersebut," ujarnya.

Berita Terkait : Pandemi Covid-19 Masih Tinggi, Ponpes Darunnajah Jakarta Tunda Belajar Tatap Muka

Puskemas setempat terus mengendalikan pandemi Covid-19 dengan membagikan ribuan masker ke permukiman masyarakat Baduy, serta melakukan penyemprotan disinfektan.

Selain itu, Puskesmas juga mendirikan wastafel di sepanjang pintu gerbang memasuki kawasan pemukiman Baduy, agar pengunjung mencuci tangan sebelum masuk kawasan pemukiman.

Iton mengungkap, jumlah kasus positif Covid-19 di wilayah kerjanya ada tiga orang. Namun, dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia. "Kasus Covid-19 yang meninggal dunia itu diduga tertular di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, karena mereka sering berobat," katanya.

Berita Terkait : Ya Ampun, Baru Kemarin Cetak Rekor, Kasus Positif Catat Angka Tertinggi

Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Jaro Saija menegaskan, masyarakat suku Baduy harus berada di wilayahnya dan tidak boleh ke luar daerah, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Begitu juga warga Baduy yang merantau, diminta untuk segera pulang. Sebelum masuk permukiman adat, harus terlebih dahulu menjalani pengecekan kesehatan di Puskesmas setempat.

"Kami menjamin pemukiman Baduy terbebas Covid-19. Penjagaan diberlakukan dengan ketat. Pengunjung yang hendak masuk ke tanah hak ulayat Baduy, wajib menjalani pemeriksaan kesehatan," ujarnya. [SRI]