Dark/Light Mode

Jangan Sampai Termakan Hoaks, Ini Akun Resmi Medsos Covid-19

Sabtu, 23 Januari 2021 11:30 WIB
Juru bicara Satgas Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro. (Foto: Ist)
Juru bicara Satgas Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berita bohong alias hoaks di tengah pandemi makin meresahkan. Juru bicara Satgas Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro mengajak publik lebih waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial (medsos).

Jika menemukan informasi yang janggal di medsos, masyarakat harus mengecek kembali kebenaran kabar tersebut di website berita kredibel. Masyarakat juga bisa membuka website resmi Covid-19 yang disediakan pemerintah atau mencari dari akun medsos resmi.

"Saya ingin sampaikan, bahwa berita yang paling benar tentang Covid-19 berasal dari sumber resmi dan mengutip para ahli di bidangnya," ujar dr Reisa dalam konferensi pers virtual, dikutip Sabtu (23/1). 

Berita Terkait : Sebut Ada Delay Data, Satgas Covid-19: Kasus Harian Jadi Kelihatan Tinggi

Perempuan Solo yang pernah menjadi finalis Gadis Sampul ini menegaskan, sejak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi, Indonesia sudah memiliki situs resmi khusus perkembangan Covid-19. Situs yang diumumkan pada Maret 2020 lalu adalah covid19.go.id.

Tak hanya itu, dokter cantik ini juga membeberkan enam akun medsos resmi khusus Covid-19 yang bisa dipercaya mulai dari Facebook hingga Tiktok. Akun medsos khusus Covid-19 adalah:

Instagram: @lawancovid19_id Instagram.com/lawancovid19_id

Berita Terkait : Bamsoet Dorong Wartawan Masuk Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

Facebook: Lawan Covid19 ID facebook.com/lawancovid19/indonesia

Facebook: Relawan Informasi COVID-19 facebook.com/groups/lawancovid19

Twitter: @lawancovid_19 twitter.com/lawancovid19_id

Berita Terkait : Gegara Wawasan Rendah, Hoaks Corona Merajalela

Youtube: Lawan Covid19 ID s.id/lawancovid19id

Tiktok: @lawancovid19_id tiktok.com/lawancovid19_id

"Kita bisa temukan informasi tentang  pandemi, termasuk 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Kita juga temukan tentang 3T yakni, pemeriksaan (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) hingga informasi vaksin Covid-19," ucapnya. [JAR]