Dark/Light Mode

Agar Tak Kesulitan Hadapi Pandemi Di Masa Depan, Saatnya Bangun Sistem Kesehatan Yang Oke

Sabtu, 23 Januari 2021 18:44 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno/Ist
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, krisis global yang terjadi saat ini berbeda dengan krisis yang pernah terjadi sebelumnya, seperti pada tahun 1998, 2008, dan 2013. 

Pada tiga krisis terdahulu, masalah muncul dan membesar dari persoalan di industri keuangan. Kali ini, krisis terjadi karena dipicu munculnya virus bernama SARS-CoV-2.

“Ini krisis kesehatan yang berujung pada krisis ekonomi. Sayangnya, resep mengatasi krisis kesehatan ini adalah lockdown. Saat lockdown, kontak fisik berkurang drastis. Padahal, kontak fisik adalah pilar utama dalam menjamin berputarnya roda perekonomian di seluruh negara,” jelas Budi Gunadi saat menjadi keynote speaker sharing session bertajuk “Creative Economic and Health Policies Post Covid” di acara Global Networking Night, secara virtual, Kamis (21/1).

Menurut dia, perbaikan kondisi ekonomi tidak akan terjadi selama masyarakat masih takut berinteraksi dan keluar rumah. Kepercayaan dan rasa aman harus dimunculkan dalam diri masing-masing orang, agar mereka tidak takut bila hendak beraktivitas di luar kediamannya, dengan kebijakan yang tepat di sektor kesehatan. 

Ada empat strategi pemulihan kepercayaan publik yang harus dilakukan sesuai rekomendasi dari World Health Organization (WHO).

“Pertama, diagnosa melalui testing, tracing, and treatment. Kedua, jaminan adanya terapi yang tepat di rumah sakit dan penggunaan obat-obatan ketika sakit. Ketiga pemberian vaksin, dan keempat, meningkatkan kualitas sistem kesehatan publik,” ujarnya.

Berita Terkait : Indonesia Sejuta Corona Sudah Di Depan Mata...

Menurut Budi Gunadi, pembangunan sistem kesehatan publik yang bagus harus dimulai sejak sekarang, agar Indonesia tidak lagi kesulitan menghadapi potensi kemunculan pandemi di masa depan. 

Selain itu, gerakan bersama harus dilakukan guna mendorong perubahan cara hidup dan perilaku masyarakat pasca-pandemi.

Dengan perubahan cara hidup dan pembiasaan praktik preventif alih-alih kuratif, akan ada banyak keuntungan yang diperoleh masyarakat. Selain hidup lebih sehat, produktivitas dan biaya untuk mengatasi masalah kesehatan akan berkurang.  

Cara hidup sebelum dan sesudah pandemi juga akan berbeda. Kita harus menerima itu meski sulit untuk dilakukan. 

Kedua, dirinya akan memastikan strategi diagnosa melalui testing, tracing dan treatment dilakukan secara baik hingga kita bisa melandaikan kurva. 

“Upaya melandaikan kurva adalah strategi epidemiologi standar yang selama ini belum kita lakukan secara baik,” tuturnya.

Berita Terkait : Menkes BGS: Industri Perlu Protokol Kesehatan Baru

Budi Gunadi juga menjamin pemenuhan hak setiap warga negara Indonesia untuk mendapat vaksin Covid-19 secara gratis.

Dirinya menegaskan, ada dua prinsip yang harus dipahami pihak-pihak yang hendak membantu proses vaksinasi di Indonesia.

Pertama, sangat penting untuk tidak membuat impresi bahwa ada suatu kelompok yang dapat vaksin lebih dulu dibanding kelompok lain. 

Kedua, hak masyarakat mendapat vaksin gratis harus dijaga. Apabila ada masyarakat yang tidak mau vaksin gratis, maka mereka bisa memilih jenis, tempat, dan waktu vaksinasi secara bebas yang tentunya tidak gratis. 

“Pakai uang kalian sendiri, tapi kalian harus jamin vaksin diberikan gratis ke keluarga atau karyawan,” ujarnya.

Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengaku, kementeriannya tengah fokus memastikan implementasi protokol kesehatan disiplin dilakukan pada seluruh industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Sambil mempersiapkan program-program penanggulangan dampak pandemi pada sektor Parekraf. 

Berita Terkait : Efek Disuntik Vaksin, Menkes Sempat Ngantuk Saat Rapat Di DPR

Dukungan di antaranya diberikan dalam bentuk memfasilitasi akomodasi kepada para tenaga medis dan pasien yang harus dikarantina.

“Prioritas kami sekarang, berupaya bersama kementerian/lembaga terkait merencanakan program-program stimulus agar pariwisata ekonomi kreatif bisa segera bangkit. Nasib lebih dari 30 juta pekerja sektor ini tergantung pada itu," ujar Sandiaga. [DWI]