Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hari Ini Corona Tembus Sejuta, RS Di 47 Daerah Nyaris Penuh
Ini Fakta Bukan Hoaks...
Selasa, 26 Januari 2021 07:47 WIB
Sebelumnya
Nadia mengatakan, angka penambahan kasus mencerminkan masyarakat belum disiplin menerapkan prokes dan 3T (tracing, testing, dan treatment). Selain mobilitas yang masih tinggi, masyarakat juga ragu melakukan tes Covid-19 karena stigma dan diskriminasi di lingkungan tempat tinggalnya.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 ini mengakui, tingginya penambahan kasus berdampak pada ketersediaan tempat tidur di RS. Untuk memastikan pelayanan masyarakat terpenuhi, dia mengimbau kepala daerah meminta pihak RS, baik pemerintah maupun swasta, memastikan ketersediaan tempat tidur.
“Tapi, kami juga paham bahwa masalah kurangnya tenaga kesehatan di rumah sakit pun terjadi. Karena itu, kami berharap dukungan Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra tidak kaget dengan kejadian ini. Dia bersama rekan-rekannya sudah mengingatkan sejak September tahun lalu, bahwa angka 1 juta kasus akan cepat tercapai setelah libur akhir tahun.
Baca juga : KPU Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya
Hal yang saat ini mengkhawatirkan, kata dia, yakni kapasitas RS. Kecepatan penularan virus, tidak diimbangi pemerintah dalam hal menyiapkan fasilitas kesehatan.
Hitungan sederhananya begini. Jika ada penambahan 10 ribu kasus, setidaknya 3 ribu di antaranya harus mendapat perawatan. Dari 3 ribu ini, setengahnya membutuhkan ruang isolasi di RS.
“1.500 per hari itu seperti kapasitas RS kelas C. Bayangkan kalau itu harus ditambah setiap hari. Kan nggak mungkin bisa. Daya tahan kita tidak sanggup menandingi virulensi. Maka, harus ada kebijakan yang luar biasa,” terangnya saat dihubungi, tadi malam.
Baca juga : Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun
Ada tiga opsi yang bisa dilakukan pemerintah. Pertama, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) nasional. Hermawan menyebut ini solusi yang berani, penuh konsekuensi, namun efektif. Kedua, vaksin. Tapi perlu diingat, Indonesia bukan produsen vaksin. Sehingga PR terbesarnya adalah rentang waktu vaksinasi.
Ketiga, Hankamrata (Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta). Hermawan menilai opsi ini yang paling memungkinkan dilakukan, namun tidak dipilih pemerintah. Padahal, konsep kesehatan masyarakat ini memaksimalkan peran di level RT, RW, kelurahan, yang di dalamnya terdapat tenaga kesehatan, tokoh agama dan masyarakat.
“Ini perang akar rumput melawan Covid-19. Ini sangat mungkin karena tidak banyak biaya, kalo semua warga bergerak. Menteri Kesehatan sudah paham ini. Kami sudah menyampaikan, beliau sudah mengakuinya. Tetapi rupanya, fokus pemerintah belum di situ,” pungkasnya.
Baca juga : Ini Fakta Apa Hoaks Ya..?
Di dunia maya, angka Corona yang nyaris menembus 1 juta kasus jadi sorotan warganet. “Bersiap untuk pengumuman 1 juta kasus positif corona di Indonesia untuk nanti sore. Semoga pandemi ini segera berakhir ya bun~ aamiin,” cuit akun @farizcahyo. “fix besok corona 1 juta,” timpal akun @eqyackermen. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya