Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
99.2 Persen Kabupaten/Kota Terpapar Covid
Ingat, Taat Prokes Saja Bisa Kena, Apalagi Yang Bandel...
Kamis, 28 Januari 2021 05:22 WIB
Sebelumnya
Kepala daerah juga diminta menyisir daerah yang rendah penerapan protokol kesehatannya. Seperti penyediaan tempat mencuci tangan di fasilitas umum maupun tempat publik.
Yang tak kalah penting, kepala daerah juga perlu mengampanyekan jaga jarak. Terutama untuk tempat-tempat yang rentan atau berpotensi menimbulkan kerumunan.
“Identifikasi, kerumunan mana yang menjadi kontributor, kerumunan keagamaan, kerumunan kawinan, resepsi, kerumunan di perkantoran atau kerumunan di fasilitas publik lainnya atau demo,” tambahnya.
Baca juga : Lindungi Anak Dari Covid-19, Mama, Papa Bisa Lakukan Ini
“Testing setiap daerah, setiap kota harus memiliki kemampuan PCR, kemudian tracing. Kemudian, treatment rumah sakit kemampuan bed-nya, termasuk tempat ICU-nya,” pungkas Tito.
Netizen memperkirakan sebaran Covid-19 sudah mencakup seluruh wilayah di Indonesia. Karena itu, publik diminta membantu pemerintah tetap berdisiplin dalam penerapan protokol kesehatan.
Tonylyono menduga, seluruh kabupaten/kota sudah 100 persen terpapar Covid-19. Hanya saja, kata dia, di empat kabupaten tersebut tidak dilakukan tes. “Entah apakah terpencil atau gimana,” ungkapnya.
Baca juga : Ingat Pesan Ibu Jalani Prokes Kalau Bandel, Dikerasin Saja
Menurut crazy_broke_indonesian, semua daerah sudah pasti terpapar virus Corona. Hanya saja, untuk beberapa kota, mungkin tesnya tidak bagus sehingga kelihatan oke-oke saja.
“Logikanya begitu ya dan bikin warganya kepedean tempat mereka bebas Covid-19,” tambah merindasiregar.
Cutnamii memperkirakan, penyebaran Covid-19 yang hampir merambah ke seluruh wilayah di Indonesia, karena masih banyak orang yang tidak percaya dengan virus tersebut. Selain itu, edukasi soal virus Corona juga dinilai tidak menyeluruh ke semua lapisan masyarakat.
Baca juga : Kenali Covid-19 Dan Cara Mencegahnya
“Udah banyak orang yang tidak peduli. Mereka mikirnya darah Covid-19 dimanipulasi. Vaksin dan lainnya tentang Covid-19 dijadikan ladang bisnis oleh pemerintah,” tutur neanine_.
Dulceharia mengungkapkan, pemerintah sudah berusaha keras mengendalikan Covid-19. Hanya saja, kata dia, memang masih ada orang-orang yang masih enggan taat pada protokol kesehatan. “Nyatanya, pengendalian tidak semudah membuat konten,” kata dia. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya