Dark/Light Mode

Ucapkan Selamat Harlah NU Ke 95

Firli Bahuri: Sejak Lama KPK Diisi Orang-Orang Berkarakter Nahdliyin

Minggu, 31 Januari 2021 17:35 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. (Foto: Akun Twitter @KPK_RI)
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. (Foto: Akun Twitter @KPK_RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebut Nahdlatul Ulama (NU) turut berperan dalam upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air. Dia menyatakan, kesetiaan NU kepada negara tidak diragukan lagi. Ormas itu selalu hadir dan berdiri paling depan dalam menghadapi hingga mengatasi berbagai ragam permasalahan bangsa. Termasuk, persoalan korupsi yang cukup lama menjadi laten di republik ini.

"NU tidak pernah berdiam diri dan membiarkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan pengelolaan negara seperti korupsi," ujar Firli dalam siaran persny, Minggu (31/1).

NU berperan aktif dalam pendidikan anti korupsi yang ditanamkan sejak dini di sekolah, pesantren, hingga bangku kuliah. Pendidikan antikorupsi itu juga disemaikan ke dalam hati dalam setiap ceramah yang teduh atau acara keagamaan yang digelar para ulama NU.

Berita Terkait : PKB Yakin Selalu Ada Di Hati Warga Nahdliyin

"Sehingga benih-benih anti korupsi tumbuh dan berkembang, sejalan dengan berkembangnya alam demokrasi di bumi pertiwi," imbuhnya.

Eks Kapolda Sumatera Selatan itu mengingatkan, berbudi pekerti luhur, jujur, sederhana dan menjunjung tinggi integritas sebagai makhluk ciptaan-Nya yang senantiasa menyemaikan nilai-nilai agama, ketuhanan dalam bingkai kebhinneka-an, adalah karakter seorang nahdliyin.

Nah, Firli mengklaim, sejak awal berdiri, KPK telah diisi insan-insan berkarakter nahdliyin. "Karakter Nahdliyin inilah yang menjiwai KPK sehingga tetap tegap berjalan dalam sejuta halang rintang, teduh bersikap di tengah terpaan puji hingga caci, karena setiap tugas bukan sekedar kewajiban namun kami pandang sebagai ibadah, bekal kami di akhirat nanti," beber Firli.

Berita Terkait : Airlangga: Tokoh Dan Kader Nadliyin Terbukti Menjadi Penebar Kerukunan

Dengan kerja keras, para pegawai KPK yang berjiwa nahdliyin itu mampu meningkatkan indeks kepercayaan terhadap KPK menjadi 85,5 persen. Angka tersebut membuat KPK berada pada posisi tiga dalam daftar lembaga paling dipercaya publik (berdasarkan survei Kedai Kopi) di bawah TNI (7,04) dan Presiden RI (6,98).

"Dapat disimpulkan setiap insan KPK dan elemen bangsa yang ikut andil dalam perang besar melawan korupsi di indonesia, sejatinya adalah seorang nahdliyin alami," imbuh mantan Kabaharkam Polri ini.

Firli pun menyebut, NU bukan hanya organisasi sosial keagamaan dengan basis dukungan sosial terbesar di Indonesia, dan bahkan di dunia. Tapi, NU juga merupakan salah satu komponen bangsa yang sangat besar peranannya dalam berjuang merebut, membentuk, mempertahankan dan menjaga negeri ini.

Baca Juga : Bantah Pengacara Nurhadi, KPK: Sengaja Menggiring Opini Publik

"Tidak banyak organisasi sosial keagamaan seperti NU yang merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan negara ini berjalan bagi kemaslahatan seluruh umat, kemajuan segenap bangsa dan seluruh  tumpah darah Indonesia," pujinya.

Firli pun mengucapkan selamat atas Hari Lahir (Harlah) NU Ke-95 yang jatuh pada hari ini, Minggu (31/1).

"Kami ucapkan selamat memperingati Harlah NU Ke-95, terimakasih atas seluruh sumbangsih yang diberikan selama ini khususnya pada pemberantasan korupsi, yang telah berurat akar di negeri ini," tutup Firli. [OKT]