Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Bogor Berani Terapkan Ganjil Genap, Pengamat: Kalau Berhasil, Daerah Lain Bisa Contoh
Sabtu, 6 Februari 2021 14:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hari ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menerapkan kebijakan ganjil genap. Kebijakan ini dilakukan untuk menekan mobilitas warga di setiap akhir pekan. Terlebih lagi, kasus virus Corona terus meningkat setiap harinya.
Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan, Pemkot Bogor perlu menjelaskan kepada masyarakat bahwa penerapan ganjil genap untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
Ini tidak terkait dengan persoalan kemacetan dan lain sebagainya. “Jadi biar masyarakat nyaman dengan informasi ini," kata Yayat kepada wartawan, Sabtu (6/2).
Baca juga : Tangani Covid, Kalbar Dan Riau Bisa Dicontoh
Menurutnya, Bogor menjadi daerah pertama yang melakukan pembatasan aktivitas di akhir pekan.
“Jadi, Kota Bogor berani melakukan inisiatif, sementara Jakarta masih semi-semi lockdown, sementara Semarang baru dalam konteks di rumah saja,” ujarnya.
Dengan demikian, transportasi bisa diperuntukkan sebagai model dalam pengendalian aktivitas masyarakat. "Transportasi itu hanya alat, tujuannya adalah peningkatan kualitas hidup," ujarnya.
Baca juga : AP II Terapkan Sistem Pencegahan Penularan Biologi Di Semua Bandara
Mengapa ini diberlakukan? Yayat mensinyalir kondisi pandemi di Kota Hujan itu sudah sangat memprihatinkan.
“Jika kondisi rumah sakit sudah penuh, Covid terus bertambah parah, tenaga kesehatan sudah semakin lelah dan lain sebagainya, ini satu-satunya cara untuk mendidik masyarakat. Jadi model yang dilakukan Kota Bogor adalah pioner,” paparnya.
Jika kebijakan ini berhasil, dia mendorong daerah lain untuk mencontoh kebijakan yang dipimpin Wali Kota Bima Arya itu.
Baca juga : Kaki Terluka, Harimau Sumatera Berhasil Disembuhkan
“Kalau seminggu dua minggu berhasil, berarti ini ada indikator keberhasilan. Bisa ditiru kota lain kalau model ini bisa membantu menurunkan angka Covid,” pungkasnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya