Dark/Light Mode

Butuh Rp 500 Triliun Hingga 2024

LPI Berpeluang Danai Proyek IKN Di Kaltim

Kamis, 11 Februari 2021 05:20 WIB
Lapangan dan Monumen Pancasila Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)
Lapangan dan Monumen Pancasila Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)

 Sebelumnya 
Nantinya, kata dia, swasta bisa masuk ke sektor perumahan dan perkantoran untuk menghemat Anggaran Pendapatan dan Be­lanja Negara (APBN).

Rencana pembangunan IKN diklaim sudah banyak menarik minat investor dalam negeri maupun luar negeri. Proyek ini digadang-gadang juga da­pat menyerap hingga 1, 3 juta tenaga kerja.

Selain itu, pertumbuhan ekono­mi Kalimantan Timur yang tadinya hanya mentok di angka 4 persen, dengan adanya pembangunan perumahan dan kantor saja bisa menjadi 6,1 persen.

Baca juga : Tutup Tahun 2020, SIM Keliling di Jakarta Tetap Hadir di 5 Lokasi

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, lembaga investasi akan mengumpulkan investasi dari dalam dan luar negeri.

Nantinya, uang investasi ini akan dialokasikan untuk proyek yang memiliki potensi seperti IKN.

“Kalau lembaga investasi ini, sebenarnya dia mengelola dana dari beberapa lembaga keuangan, dari dalam dan luar negeri. Mereka akan melihat potensi investasi, dan salah satu di antaranya itu adalah proyek IKN,” ujar Bahlil da­lam video conference, Kamis (8/10) malam.

Baca juga : Twit Fadjroel Nyerang SBY Digoreng-goreng Kembali

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, Pemerintah akan memberikan modal hingga Rp 75 triliun bagi SWF pada 2021.

Tahun ini, kata dia, Pemerintah sudah memberikan tambahan modal bagi SWF sebesar Rp 15 triliun yang diambil dari cadangan pembiayaan investasi 2021.

Sehingga, total akan terkum­pul modal Rp 30 triliun, setelah pada 2020 sudah disuntik Rp 15 triliun modal bagi SWF.

Baca juga : AHY Bagi Tiga Wilayah Pemenangan Pilkada Di Kalteng

Sisanya, lanjut dia, Rp 45 triliun akan dipenuhi melalui inbreng atau penyetoran modal tidak dalam bentuk tunai namun dalam bentuk saham, Barang Milik Negara (BMN) dan piutang negara. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.