Dark/Light Mode

Istana Tanggapi Survei

Jokowi Tak Memuaskan, Tapi Masih Didambakan

Kamis, 11 Februari 2021 08:02 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Setpres)
Presiden Jokowi (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepuasan rakyat terhadap Presiden Jokowi sedang turun. Orang Istana menerima kenyataan pahit itu. Tapi, orang Istana tidak panik. Sebab, mayoritas rakyat masih mendambakan Jokowi.

Turunnya kepuasan publik terhadap Jokowi itu tergambar dari hasil survei Indikator Politik Indonesia (IPI), yang dirilis Senin (8/2). Kepuasan publik ke Jokowi ada di angka 62 persen. Melorot 6,3 persen dari hasil survei September 2020, yang masih 68,3 persen.

"Ini titik terendah tingkat kepuasan terhadap Pak Jokowi. Bahkan sejak Juni 2016," kata Direktur Eksekutif IPI, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers, Senin (8/2).

Baca juga : Perpustakaan Perguruan Tinggi Harus Mampu Mengatrol Literasi Masyarakat

Bagaimana Istana menanggapi survei ini? Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman memandang, tingkat kepuasan dalam survei itu tidak terkait langsung dengan Jokowi. Akan tetapi berkaitan dengan isu revisi UU Pemilu di DPR. 

"Tadi malam (kemarin malam), di KompasTV, kata peneliti Indikator Politik, begitu," kata Fadjroel, saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka, kemarin.

Fadjroel mengungkapkan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi masih cukup tinggi. Dengan kata lain, Jokowi masih sangat didambakan. 

Baca juga : Rel Tergenang Banjir, Kereta Api yang Lewati Semarang Masih Dialihkan

Memang, dalam survei IPI, tingkat kepercayaan publik terhadap Jokowi masih ada di angka 82 persen. Jokowi ada di posisi dua, di bawah TNI yang memiliki tingkat kepercayaan 89,9 persen. 

Menurut Fadjroel, tingkat kepercayaan yang masih tinggi ini punya arti yang sangat penting bagi Jokowi dalam menghadapi masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19. "Ini modal sosial yang sangat besar menghadapi pandemi, memulihkan ekonomi, dan mengarusutamakan toleransi," tambahnya.

Parpol-parpol koalisi juga tidak khawatir dengan turunnya kepuasan publik terhadap Jokowi. Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid menyebut, hasil survei IPI justru bisa menjadi pelecut untuk bekerja lebih keras lagi. "Sekaligus jadi bahan evaluasi kebijakan, termasuk kinerja menteri," kata Wakil Ketua MPR ini, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca juga : Herman Khaeron: Soal Surat AHY, Jawaban Pratikno Masih Ngambang

Menurut Jazilul, kondisi saat ini tidak mudah. Ia mengibaratkan, Indonesia saat ini seperti peribahasa “sudah jatuh tertimpa tangga”. Krisis kesehatan dan ekonomi yang datang berbarengan belum tertangani dengan baik. Di saat yang sama, berbagai bencana melanda di sejumlah daerah.

Untuk mengatasi masalah ini, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan usaha. Tapi juga harus dengan doa dan mendekatkan diri kepada Tuhan. “Sebagai negara yang berketuhanan, kami serukan taubat nasional dan introspeksi atas berbagai kesalahan kita," ajaknya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.