Dark/Light Mode

Istana Tanggapi Survei

Jokowi Tak Memuaskan, Tapi Masih Didambakan

Kamis, 11 Februari 2021 08:02 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Setpres)
Presiden Jokowi (Foto: Setpres)

 Sebelumnya 
Dari pihak oposisi, turunnya kepuasan publik terhadap Jokowi juga tidak jadi bahan ledekan. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera justru berharap, hasil itu mendorong Pemerintah bisa bekerja lebih baik lagi. "Ambil langkah extraordinary, berani melakukan pembenahan fundamental dan betul-betul awasi para menteri," sarannya, dalam obrolan dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Mardani berharap, Jokowi tidak membiarkan ada menteri yang berkerja tidak optimal. Sebab, jika kinerja menteri kurang oke, Jokowi sendiri yang akan memikul akibatnya. “Ke depan, Pak Jokowi harus betul-betul ikut pendekatan scientific dalam menyelesaikan persoalan. Bukan keinginan satu, dua pihak," tandasnya.

Baca juga : Perpustakaan Perguruan Tinggi Harus Mampu Mengatrol Literasi Masyarakat

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio punya pandangan lain soal survei tingkat kepuasan yang dirilis IPI. Bos Lembaga Survei KedaiKOPI itu mengaku sudah lama meninggalkan kata kepuasan dalam survei.

"Yang kami cari adalah kenyamanan. Jadi, betul juga kalau Istana santai. Bahkan, juga santai saja kalau kepercayaan turun. Karena itulah dinamika demokrasi," ujar Hensat, sapaan akrab Hendri, dalam obrolan dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca juga : Rel Tergenang Banjir, Kereta Api yang Lewati Semarang Masih Dialihkan

Sementara, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, wajar tingkat kepuasan publik turun. Sebab, penanganan pandemi Corona belum maksimal. Beda dengan sebelumnya, tingkat kepuasan terdongkrak karena pembangunan infrastruktur yang marak. 

"Survei itu fluktuatif, tergantung isu yang berhembus. Trennya kerap berubah sesuai isu, nguntungin Jokowi atau tidak," jelas Adi. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.