Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bikin Kaos Berdesain Aksara Nusantara

Top, Cara Milenial Cari Duit Sekalian Lestarikan Budaya

Minggu, 14 Februari 2021 21:50 WIB
Bule asal Prancis yang senang memakai kaos serat bambu bertuliskan Aksara Bali. (Foto: IG @devi.kurnia.37)
Bule asal Prancis yang senang memakai kaos serat bambu bertuliskan Aksara Bali. (Foto: IG @devi.kurnia.37)

RM.id  Rakyat Merdeka - Oleh: DWI ILHAMI

Tak kenal maka tak sayang.  Mungkin itu pepatah yang bisa menggambarkan gimana caranya anak muda alias milenial era digital 4.0, kenal dengan aksara Nusantara. Sedih rasanya, kalau era modern ini justru aksara Nusantara tak tahu siapa pemiliknya.

Aksara milik Indonesia bisa dibilang menjadi salah satu warisan budaya yang memang perlu dilestarikan. Bahasa jadi salah satu ciri khas suatu bangsa dikenal di dunia. Di dalamnya ada aksara yang nggak bisa dipisahkan.

Berita Terkait : Pandi Gelar Training Buat Jurnalis

Jadi semua ini bermula dari project membuat sebuah feature soal aksara Nusantara. Sampai akhirnya saya melihat dari perspektif lain. Yaitu bagaimana aksara Nusantara ini bisa tetap dikenal oleh generasi muda.

Suatu sore sehabis hujan, saya memutuskan olahraga ringan demi menjaga imun di masa pandemi ini. Saat lari-lari kecil di taman di kawasan Jakarta Barat, tak sengaja mata ini melihat kaos yang dikenakan  pasangan muda mudi,   dengan ejaan aksara Jawa. 

Dalam hati bergumam, penulisan aksara di kaos adalah ide cemerlang supaya warisan budaya leluhur bisa tampil luas di muka umum. 

Berita Terkait : Bos-bos Pertamina Cek Layanan Tol Trans Jawa Dan Serahkan Bantuan Ke Gereja

Jadi penasaran. Saya mencoba cari tahu lewat media sosial, seberapa banyak sih pebisnis kaos dengan tulisan aksara ini. Di Instagram, hanya ada lima akun online shop yang masih aktif menjual kaos bertuliskan aksara. Sisanya bisa sampai puluhan, yang cuma bikin akun terus ditinggalkan begitu saja. Padahal jumlah follower-nya sudah lumayan banyak.

Sebenarnya saya terkejut saat tahu kalau masih ada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya segmen fesyen, yang tertarik membuat desain berbau  aksara jadul. Mulai dari aksara Jawa, Sunda, sampai aksara Bali. Norak ya!

Salah satu pelakunya adalah Fira (22), mahasiswa Universitas Dr Soetomo, Surabaya (Jawa Timur). Saya kemudian meminta Fira untuk cerita kepada Rakyat Merdeka, bagaimana membangun brand kaos bertajuk Sub.Aksara. Usaha yang masih seumur jagung, atau tepatnya lahir di Desember 2020 ini telah mendapat tempat di hati penggemarnya.
 Selanjutnya