Dark/Light Mode

Air Masuk Kantor Gubernur

Banjir Ganjar Lebih Parah Dari Banjir Anies

Kamis, 25 Februari 2021 06:35 WIB
Sejumlah penumpang menembus jalur kereta api yang terendam banjir di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2021). (Foto: ANTARA/Aji Styawan/foc)
Sejumlah penumpang menembus jalur kereta api yang terendam banjir di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2021). (Foto: ANTARA/Aji Styawan/foc)

 Sebelumnya 
Eks Anggota DPR ini juga mengecek Jalan Menteri Supeno dekat Masjid At-Taqwa yang diduga jadi sumber banjir di kantornya. Saat melihat gorong-gorong, Ganjar langsung meminta stafnya menugaskan Dinas PU untuk melakukan pengerukan.

Ganjar mengaku sempat kaget saat mendapat laporan kantornya terendam banjir. Soalnya, ini baru pertama kali terjadi. Bahkan saat Semarang dilanda hujan deras selama 2 hari pada 6-7 Februari. “Aneh menurut saya karena di bagian parkir itu airnya enggak bisa keluar, itu impossible pasti ada yang tersumbat,” ujarnya.

Kemarin pagi, Ganjar kembali mengecek sejumlah titik banjir dan rumah-rumah pompa sambil bersepeda. Ia meminta agar rumah-rumah pompa di Kota Semarang terus dioperasikan hingga akhir Februari 2021 agar banjir segera surut.

Baca juga : Pasca Banjir, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan LPG Aman

Saat berada di kawasan Puri Anjarmoro, Ganjar memperhatikan sejumlah ruko yang tampak masih tergenang banjir. Kemudian ia menuju ke arah Semarang Indah dan melihat Rumah Pompa Madukoro serta menyempatkan berbincang dengan petugas rumah pompa.

Tak hanya berkeliling di dunia nyata, Ganjar juga nonggol di dunia maya. Maklum, gara-gara banjir ini Ganjar jadi sasaran kritik pegiat dunia maya. Berbagai cuitan yang memention namanya, dibalas satu-persatu oleh Ganjar.

Yang menarik perhatian, saat Ganjar menganggap dirinya orang yang paling bersalah akibat banjir yang terjadi. Cuitan itu dibuat Ganjar untuk mambalas komentar seorang warganet.

Baca juga : Golkar Berikan Masker, Sembako, Dan Vitamin

Awalnya, akun @aditya180204 mengomentari video unggahan Ganjar yang memperlihatkan Stasiun Pompa Kalibaru, Semarang. Dia bilang, kalau mau Ganjar Pranowo menyalahkan walikota. “Lalu salahkan air kiriman dari Ungaran,” kicaunya. Empat menit beselang, Ganjar merespons kicauan itu. “Saya yang salah. Yang lain sudah bekerja dengan baik,” jawab @ganjarpranowo.

Kritikan terhadap Ganjar memang tak separah Anies saat Jakarta dilanda banjir. Sejumlah selebtwit yang begitu lantang mengiritik Anies, terpantau adem saat menanggapi banjir Semarang. Politisi PSI Tsamara Amany malah memuji Ganjar. “Saya apresiasi sikap jiwa besar mengakui kesalahan seperti yang dilakukan Pak Gub Jateng,” kicau @tsamaraDKI.

Plt Ketum PSI Giring Nidji juga jadi sasaran nyinyiran netizen. Maklum, sebelumnya mantan vokalis Nidji yang mau nyapres ini begitu pedas mengritik Anies. Sampai tadi malam, akun instagram Giring diserbu netizen. “Semarang masih banjir enggak kau nyinyirin Pak Ganjar?” tanya @gibraltarferdyaraka.

Baca juga : Gubernur Ganjar Siap Kebut Vaksinasi Gelombang Ke II

“Banjir sehari surut, nyinyirnya berbusa-busa. Semarang Jateng banjir berhari-hari belagak gagu,” semprot @DpartoSemiot. Sementara akun @luthfiilhamr mengulas komentar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono yang selalu mengomentari banjir. “Banjir Kalimantan salah curah hujan, banjir Semarang salah cuaca buruk, banjir Jakarta salah Pemprov,” ujarnya.

Zubairi Djoerban sampai geleng-geleng kepala melihat respons netizen terhadap banjir. Dia heran melihat banjir Semarang dan tempat lain yang jadi isunya justru poin-poin politik.

“Itu sering terjadi di balik bencana publik. Jangan-jangan, kita tak siap tangani apa pun yang tak melibatkan poin politik. Jadi, fokus penanganan bukan bencana alamnya, tapi bencana politiknya,” pungkas @profesorZubairi. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.