Dewan Pers

Dark/Light Mode

Setahun Penanganan Covid-19

Sudahi Saling Sikut, Sekarang Waktunya Saling Menguatkan

Rabu, 10 Maret 2021 05:10 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Tangkapan Layar YouTube BNPB Indonesia).
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Tangkapan Layar YouTube BNPB Indonesia).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah setahun lebih pandemi Corona hinggap di Indonesia. Virus itu mem­buat semua sektor terpukul.

Evaluasi satu tahun penanganan pandemi Covid-19 diklaim membaik.

Menurut Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, pengalaman selama satu tahun menghadapi pandemi Corona, diawali kasus positif yang terus menanjak, sempat melandai dan kem­bali meningkat tajam. Bahkan, kasus kema­tian awalnya sulit dicegah.

Berita Terkait : Libur Isra Mi`raj Dan Nyepi, Dilarang Pergi Ke Luar Kota

“Akhirnya, seluruh elemen bangsa bahu membahu melakukan penanganan terbaiknya dan bergerak bersama untuk mewujudkan ko­laborasi pentahelix,” ujar Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Senin (8/3), yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia.

Pihaknya juga mengapresiasi setiap pihak, baik dari pemerintah dan elemen masyarakat, yang bergerak bersama mewujudkan kolaborasi penta­helix dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

Wiku mengatakan, melihat grafik perkem­bangannya, sejak Maret 2020 hingga Januari 2021, kasus positif mengalami tren peningka­tan, kemudian menurun pada Februari 2021.

Berita Terkait : Catat Ya... Anggaran Posko Covid Desa Minimal 8 Persen

Dalam kenaikan kasus ini, trennya ber­variasi tiap bulan. Seperti pada grafik 4 bulan pertama pandemi, ada kenaikan tajam hingga mencapai 70-90 persen.

“Masa-masa ini adalah masa di mana Indonesia dihadapkan pada pandemi yang terjadi secara tiba-tiba, dan pemerintah ten­gah berupaya melakukan percepatan penan­ganan semaksimal mungkin. Salah satunya, menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” jelasnya.

Perkembangan pandemi di tahun 2020, adanya masa libur panjang berdampak pada peningkatan kasus positif secara tajam. Datanya pada September 2020 dengan kenaikan sebesar 42,3 persen atau 45.895 kasus.
 Selanjutnya