Dewan Pers

Dark/Light Mode

Siapkan Rp 24 Triliun

Dana Desa 2021 Buat Penanganan Covid-19

Rabu, 10 Maret 2021 06:45 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 di Jakarta. (Foto : Tangkapan Layar Youtube BNPB Indonesia).
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 di Jakarta. (Foto : Tangkapan Layar Youtube BNPB Indonesia).

 Sebelumnya 
Misalnya, menyiapkan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, kemudian melakukan sosialisasi protokol kesehatan yang dikeluarkan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

Juga melakukan penyem­protan lingkungan dengan menggunakan cairan disinfek­tan, serta menyiapkan tempat isolasi. “Ini cukup efektif,” klaim politikus PKB itu.

Desa juga mencegah Corona dengan mengisolasi warga dari luar, yang tinggal di rantau kemudian pulang kampung. Mereka dimasukkan kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Berita Terkait : Masyarakat Tak Usah Keluyuran Dulu Deh...

“Nah, dari situlah maka terjadi penekanan yang cukup rendah atau kuat terkait dengan penyebaran Covid-19,” sam­bung Halim.

Dia berharap, dengan dilan­jutkannya Dana Desa untuk Covid-19, yang di dalam­nya juga terdapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa serta relawan desa lawan Covid-19, bisa meminimalisir penyebaran Covid-19 di desa. Juga, bisa menguatkan ekonomi masyarakat di desa.

Dituturkannya, Presiden Jokowi sudah memberikan dua arahan untuk menangani Covid-19. Yang pertama jaga kesehatan, yang diistilahkan Presiden sebagai rem. Jangan sampai terjadi peningkatan atau penyebaran Covid-19.

Berita Terkait : Airlangga Pede Permintaan Properti Bakal Tancap Gas

Kemudian yang kedua, jangan sampai ekonomi ter­puruk karena remnya ditekan terlalu kuat. “Makanya gasnya harus ditekan. Jadi seimbang,” jelasnya.

Nah, pemanfaatan Dana Desa tak hanya untuk kepentingan menahan Covid-19. Tapi juga penguatan aktivitas ekonomi di desa.

“Jangan sampai Covid-19 beredar atau berkembang, tapi bagaimana ekonomi warga tetap berjalan,” tandasnya. [DIR]