Dewan Pers

Dark/Light Mode

Siapkan Rp 24 Triliun

Dana Desa 2021 Buat Penanganan Covid-19

Rabu, 10 Maret 2021 06:45 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 di Jakarta. (Foto : Tangkapan Layar Youtube BNPB Indonesia).
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 di Jakarta. (Foto : Tangkapan Layar Youtube BNPB Indonesia).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengklaim, penanganan Covid-19 di desa sangat efektif. Karena itu, pe­merintah merestui Dana Desa tahun ini dikucurkan untuk penanganan virus Corona.

Pemerintah memutuskan, Dana Desa 2021 bakal terus dikucurkan untuk penanganan Covid-19 di desa-desa yang masuk dalam zona Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Berita Terkait : Masyarakat Tak Usah Keluyuran Dulu Deh...

“Seluruh pendanaan di tingkat desa sesuai dengan tanggung jawab dan kewajiban yang diberikan oleh Satgas Covid-19 bisa dilakukan dengan meng­gunakan dana desa,” ujar Halim di Jakarta, kemarin.

Halim menyatakan, akan terus memonitor perkembangan Dana Desa yang dia­lokasikan untuk Covid-19.

Berita Terkait : Airlangga Pede Permintaan Properti Bakal Tancap Gas

Pria yang akrab disapa Gus Menteri ini menjelaskan, sam­pai 8 Maret 2021, penyerapan Dana Desa secara nasional sudah mencapai pada 31 persen atau 23.096 desa. Sedangkan, di lokasi PPKM Mikro, per 8 Maret dari Rp 24 triliun sudah tersalur Rp 3,2 triliun atau 13 persen.

Total dari seluruh dana yang sudah tersalurkan, digunakan untuk berbagai hal. Salah satunya, untuk pembiayaan operasional posko gerbang desa atau posko tanggap Covid-19, istilahnya macam-macam, sesuai dengan kearifan lokal yang ada di desa.

Berita Terkait : Sudahi Saling Sikut, Sekarang Waktunya Saling Menguatkan

“Karena pada hakikatnya, desa memiliki kebiasaan-kebiasaan yang sudah berjalan dan ini terus kita pertahankan,” jelas Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini.

Dana lain, untuk mendu­kung tugas relawan desa la­wan Covid-19, yang melaku­kan sosialisasi kepada warga masyarakat desa terkait apa itu Covid-19 dan bagaimana menghindarinya. Mereka juga menyiapkan sarana dan prasa­rananya.
 Selanjutnya