Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gelar Seminar Dihadiri 10 Ribu Peserta, IPDN Sabet Penghargaan MURI

Senin, 15 Maret 2021 16:53 WIB
Rektor IPDN Hadi Prabowo (masker hitam) saat menerima penghargaan MURI usai seminar tentang Papua, Senin (15/3). (Foto: Ist)
Rektor IPDN Hadi Prabowo (masker hitam) saat menerima penghargaan MURI usai seminar tentang Papua, Senin (15/3). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seminar nasional tentang Papua yang digelar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), pada Senin (15/3), mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). 

Seminar yang dibuka Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Muhammad Hudori itu bertajuk Optimalisasi Penyelenggaraan Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat dalam Rangka Akselerasi Pembangunan dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat.

Rektor IPDN Hadi Prabowo didampingi jajaran pimpinan IPDN turut hadir dan mengikuti pelaksanaan acara ini. Seminar nasional ini dilaksanakan secara luring dan daring melalui aplikasi zoom meeting dan juga dapat disaksikan secara streaming melalui youtube Humas IPDN. Adapun jumlah peserta seminar nasional ini mencapai 10.492 orang.

Berita Terkait : Telkom Vaksinasi 8 Ribu Karyawan Dan Pensiunan

Pelaksanaan seminar nasional ini mendapatkan apresiasi dari MURI dengan diberikannya piagam penghargaan kepada IPDN atas pesera terbanyak dalam pelaksananaan webinar tentang optimalisasi otonomi khusus Provinsi Papua dan Papua Barat. Piagam penghargaan dari MURI diterima oleh Rektor IPDN Hadi Prabowo. 

Acara yang dipandu oleh penyiar MetroTV Aviani Malik ini mengundang narasumber yang kompeten, seperti Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik, Staf Khusus Kemendagri Kastorius Sinaga, Pansus Otonomi Khusus Papua DPR Komarudin Watubun dan Anggota DPD Yorrys Raweyai. Selain itu hadir Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan yang diwakilkan oleh Biro Otsus  Fitalis Yumte, Tokoh Masyarakat Papua/Mantan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Peneliti Otonomi Khusus Papua dari Universitas Gajah Mada (UGM) Bambang Purwoko, Rektor Universitas Cendrawasih Apolo Safanpo serta Guru Besar IPDN Prof Ermaya Suradinata. 

Seminar ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka dies natalis IPDN ke-65 yang jatuh pada hari Rabu, tanggal 17 Maret nanti. IPDN akan melaksanakan dies natalis ke-65 dengan tema Meningkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Inovasi untuk Mewujudkan Daya Saing di Tengah Pandemi Covid-19.

Berita Terkait : AHY: Siapa Yang Jahat Sekarang?

Rektor IPDN Hadi Prabowo mengatakan, IPDN di usia ke-65 ini akan terus berdedikasi memberikan pengabdian kepada masyarakat dengan inovasi-inovasi yang unggul. Salah satunya adalah dengan diselenggarakannya seminar nasional ini.

 "Acara ini juga merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam aspek pengabdian masyarakat," kata Hadi, saat memberikan sambutan. 

Hadi menjelaskan, fokus seminar nasional ini yakni mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dalam penyelenggaraan otonomi khusus Papua dan Papua Barat, melakukan analisis kritis terhadap permasalahan strategis dalam implementasi kebijakan penyelenggaraan otonomi khusus Papua dan Papua Barat dalam akselerasi pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Berita Terkait : Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu ITE Dan Pengesahan RUU KUHP

Hadi berharap, seminar ini dapat merumuskan formula dan strategi yang efektif terkait percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat.

"Serta menghasilkan rekomendasi kebijakan sebagai masukan bagi perumusan rancangan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang berorientasi pada optimalisasi penyelenggaraan otonomi khusus Papua dan Papua Barat," tuntasnya. [BCG]