Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pelanggaran KLB Sumut Dibeberin Peserta
AHY: Siapa Yang Jahat Sekarang?
Senin, 8 Maret 2021 19:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali angkat bicara soal Kongres Luar Biasa (KLB) yang mengesahkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Kali ini, AHY menghadirkan salah satu peserta KLB, eks Wakil Ketua DPC Kota Mobagu, Sulawesi Utara, Gerald Piter Runtuthomas. Dari sini, terkuak kebenaran bahwa KLB yang berlangsung abal-abal.
Singkat cerita, melalui sebuah video pernyataan, Gerald menceritakan KLB tidak sah. Selain karena tidak memenuhi aturan main di AD/ART Partai Demokrat, para peserta hadir karena iming-iming uang.
Baca juga : Sindir KLB Sumut, AHY: Hanya Modal Jaket Dan Jas
"Kita speechless, ternyata seburuk itu. Testimoni semacam ini meyakinkan kita semua ini untuk menegakkan kebenaran dan keadilan," ujar AHY, saat konfrensi pers bertajuk "Menguak Kebenaran Testimoni Peserta KLB Abal-abal, " di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (8/3).
Menurutnya, kesaksian ini menandakan banyak kader partai yang berat hati ikut KLB namun karena kebutuhan ekonomi mereka mengikutinya. "Siapa yang jahat sekarang?" renung AHY.
Meski begitu, AHY mengaku memahaminya dan tetap menerima Gerald dan sejumlah peserta KLB yang kembali, sebagai Keluarga Besar Partai Demokrat.
Baca juga : Airlangga Suntik Semangat Peserta Rapimnas I Partai Golkar
AHY pun memberi pesan kepada Ketum Demokrat versi KLB, Moeldoko. Secara pribadi, AHY mengaku tidak memiliki masalah dengan mantan Panglima TNI era Presiden SBY ini.
"Tapi jujur, ini membuat kecewa," sebutnya.
Baginya, upaya pengambilalihan ini adalah cara salah dalam berdemokrasi. Apabila Moeldoko menyadari kekeliruan ini, maka AHY siap memaafkan Moeldoko. Disebutkan, AHY tetap menghormati Moeldoko sebagai mantan Panglima TNI.
Baca juga : Wapres: Yang Anti Vaksin Makin Sedikit
"Kami memohon kebesaran hati beliau, apa yang terjadi dan dilakukannya menyakiti jutaan kader dan simpatisan Partai Demokrat," sebutnya.
Pun, kepada seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat, AHY menghimbau, meskipun miskin harta jangan sampai miskin harga diri. "Hiduplah dengan landasan ilmu, moralitas. Insyaallah semakin besar dan maju. Demokrat ingin menjadi bagian dari itu," sarannya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya