Dark/Light Mode

Dinkes Sulawesi Utara Stop Sementara AstraZeneca

Kemenkes Pastikan Vaksinasi Aman

Senin, 29 Maret 2021 07:50 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. (Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden).
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. (Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden).

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinas Kesehatan Sulawesi Utara (Dinkes Sulut) menge­luarkan surat pemberitahuan tentang penghentian sementara penyuntikan vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca.

Sebab, angka Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dengan vaksin asal Inggris ini mencapai 5-10 persen dari total yang divaksin. Meski be­gitu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap menyatakan vaksin AstraZeneca aman.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, efek samping ringan yang mun­cul dalam KIPI di Sulut itu berupa demam, sakit kepala dan menggigil.

Namun saat ini, seluruh efek samping ringan tersebut sudah teratasi. “Semua sudah teratasi karena semua gejala akan hilang 1-3 hari,” ujar Siti Nadia, kemarin.

Baca juga : Awas, Banyak Yang Nekat Pulkam Ngakali Petugas

Menurutnya, ada 2 hingga 5 orang yang menjalani perawa­tan akibat KIPI itu. Kondisi mereka saat ini diklaim sudah membaik.

Menurut Nadia, penghentian sementara AstraZeneca untuk vaksinasi itu dilakukan karena Dinkes Sulut bersama Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Sulut tengah melakukan evaluasi terhadap vaksinasi tersebut. Penghentian hanya dilakukan sementara.

Nadia bilang, hal tersebut tidak terjadi di daerah selain Sulut.

Hal ini juga dikonfirmasi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Dia mengaku belum menerima laporan KIPI vaksinasi AstraZeneca di daerah lain selain Sulut.

Baca juga : Semoga Stok Vaksin Cukup Dan Semakin Banyak Yang Divaksin

“Sulut itu sedikit sekali yang disuntik (vaksin AstraZeneca). Mungkin di bawah 1.000 atau di bawah 500, Bali itu udah puluhan ribu,” tegasnya, Sabtu (27/3) malam.

Sementara, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sulut Steaven Dandel menjelaskan, penghentian sementara penggunaan vaksin AstraZeneca dilakukan sebagai langkah kehati-hatian (precau­tion).

“Mengingat, adanya angka KIPI sebesar 5-10 persen dari total yang divaksin AstraZeneca,” ucapnya.

Dikatakannya, KIPI ini hadir dalam bentuk gejala demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual dan muntah.

Baca juga : Komorbid, Ibu Menyusui Dan Penyintas Covid-19 Boleh Divaksin

Sebenarnya, kata dia, dalam Emergency Use Authorization (EUA) vaksin AstraZeneca, te­lah disebutkan, KIPI ini adalah efek samping (adverse effect) dari vaksin AstraZeneca yang sifatnya sangat sering terjadi (very common, artinya 1 di antara 10 suntikan) dan sering terjadi (common -1 di antara 10 sampai dengan 1 di antara 100). [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.