Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Incar Anak Muda
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar mengatakan, virus radikalisme sudah masuk di kalangan milenial. Menurut dia, virus radikalisme mula-mulanya tidak terasa. Bahkan tidak kasat mata.
Tapi, propaganda jaringan teroris itu lama-lama mengubah watak hingga perilaku seseorang menjadi intoleran. Seperti jebakan batman.
Baca juga : Bom Bunuh Diri Makassar Bentuk Penistaan Agama Sesungguhnya
Untuk mencegah penyebaran virus radikalisme, Boy akan bekerjasama dengan TNI, Polisi, BIN, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), termasuk Kominfo. Pasalnya, penyebaran virus radikalisme banyak di dunia maya. “Itu yang harus dilaksanakan dengan juga pelibatan unsur masyarakat karena masyarakat menggunakan sarana cyber space yang tentunya harus waspada dengan kondisi di dunia maya,” kata Rafli.
Peneliti terorisme dari Universitas Malikussaleh Aceh, Al Chaidar mengatakan, sejak empat tahun belakangan, kelompok terorisme JAD kerap mengincar anak-anak muda. Yang diincar, bukan dari pesantren, tapi pengguna internet.
“Yang direkrut kebanyakan anak muda, milenial baru, yang dianggap masih bersih tanpa ada pengaruh NU atau Muhamadiyah. Mereka-mereka yang cenderung kosong secara keagamaan, kering secara spiritual,” kata Al Chaidar.
Baca juga : MUI: Terorisme Tak Sesuai Ajaran Agama Apa Pun
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj mengatakan, ajaran wahabi adalah pintu masuk terorisme. Ia meminta pemerintah membendung paham tersebut.
“Pintu masuknya yang harus kita habisin, apa? Wahabi!” tegas Bos NU itu, kemarin.
Kenapa aliran wahabi jadi pintu masuk terorisme? Menurut Said Aqil, aliran ini ajarannya ekstrim. “Kalau udah wahabi, ini musyrik, ini musyrik, ini ‘bidah’, ini gak boleh, ini sesat, ini ‘dholal’, ini kafir, itu langsung satu langkah lagi, satu ‘step’ lagi, sudah halal darahnya boleh dibunuh,” jelasnya.
Baca juga : Giring: Kita Tidak Takut, Lawan Aksi Terorisme
Begitupun dengan aliran Salafi. “Wahabi dan Salafi adalah ajaran ekstrim,” tandasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya