Dark/Light Mode

Ke KPK, Luhut Mengkritik, Juga Memuji

Rabu, 14 April 2021 07:30 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberi hormat ke Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022 di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/4/2021). (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto)
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberi hormat ke Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022 di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/4/2021). (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang selama ini menjadi jurus sakti KPK melumpuhkan koruptor, mendapat kritikan dari Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut Menko Kemaritiman dan Investasi itu, OTT yang dilakukan KPK tak bikin pejabat kapok.

Hal itu disampaikan Luhut dalam acara Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) 2021-2022, di Gedung KPK, kemarin. Selain Luhut, yang hadir langsung ada Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Kemudian ada juga yang hadir secara virtual. Mereka adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Berita Terkait : Dorong Pencegahan, Menko Luhut: OTT KPK Tak Buat Koruptor Kapok!

Luhut menjadi pembicara penutup. Di hadapan Ketua KPK, Komjen Pol Firli Bahuri, Luhut mengingatkan, komisi antirasuah untuk meninggalkan budaya OTT. Menurut dia, yang harus dikedepankan komisi antirasuah itu adalah budaya pencegahan.

Menurut Luhut, OTT tidak membuat orang jera untuk menggarong uang rakyat. “OTT tidak seperti yang diharapkan yakni tidak bikin kapok,” tegasnya.

Jadi, dia minta ke Firli Cs agar lebih mengedepankan pencegahan. Tujuannya, agar perilaku korupsi bisa dihindari sedini mungkin. “Pencegahan itu, menurut saya, lebih penting. Kita jangan biarkan orang terjerumus kalau masih bisa diingatkan,” jelasnya.

Berita Terkait : Kasus Korupsi Bintan, KPK Cegah Dua Orang ke Luar Negeri

Luhut mengklaim, pencegahan korupsi itu banyak memberikan dampak positif. Misalnya, terjadinya penurunan angka kasus korupsi secara signifikan. Sehingga citra Indonesia akan jauh lebih baik di mata internasional. Sebaliknya, apabila cuma fokus pada penindakan korupsi, malah membuat kasus penyelewengan anggaran tetap terjadi, hingga akhirnya diketahui oleh KPK.

“Apabila hanya sekedar penindakan-penindakan terus tanpa lakukan pencegahan, maka saya pikir juga tidak akan arif,” paparnya.

Usai mengkritik, Luhut tidak lupa memberikan pujian ke KPK. Beberapa waktu belakangan, menurutnya, kinerja KPK dalam hal pencegahan korupsi semakin terlihat. Di antarannya, dengan terlibat dalam mengawal pengerjaan proyek-proyek strategis nasional.

Berita Terkait : KPK, Apa Century Mau Dikubur Juga?

“Saya apresiasi itu. Dan, jangan sampai membuat orang berbuat salah, kalau masih bisa kita ingatkan,” tegasnya.

Lalu apa kata Firli soal permintaan Luhut tersebut? Mantan Kapolda Sumatera Selatan itu malah memaparkan capaiannya dalam memberantas korupsi dengan metode OTT. Dia menyebut sedikitnya 1.552 orang telah terjaring OTT. “Untungnya, masih ada 262 juta lebih warga negara Indonesia yang baik,” imbuh Firli.

Firli berharap agar perbuatan baik atau pencegahan korupsi bisa lebih dikembangkan dan ditularkan kepada seluruh warga. Sehingga publik tidak lagi ramai-ramai membicarakan orang-orang yang terjerat korupsi.
 Selanjutnya