Dark/Light Mode

1 TNI AD Gabung Ke Teroris Papua

Jenderal Andika, Gimana Ini...

Minggu, 18 April 2021 07:35 WIB
Lukis Y Matuan, mantan Prajurit TNI yang membelot jadi anggota KKB Papua. (Foto: Istimewa)
Lukis Y Matuan, mantan Prajurit TNI yang membelot jadi anggota KKB Papua. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua belum bisa ditumpas sampai habis. Para teroris ini, malah makin menjadi-jadi. Setelah membakar rumah warga dan pesawat, mereka tega membunuh tukang ojek dan anak SMA. Yang tambah menyedihkan, ada satu anggota TNI yang dengan sadar malah bergabung dengan para teroris menyebalkan ini.

Satu anggota TNI ini bernama Lukis Y Matuan. Pangkatnya Pratu. Dia termasuk anggota Yon Infanteri 400 Raider.

Bahasa resminya, Prajurit Raider itu bergabung dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TNPB-OPM). Kabar ini dibenarkan Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa. Menurutnya, oknum TNI AD itu telah bergabung dengan teroris Papua sejak Februari lalu.

Berita Terkait : Dua Guru Wafat Ditembak Teroris Papua, Menteri Nadiem Berduka

Saat ini, kata Suriastawa, TNI AD tengah melakukan pengejaran dan mempersempit wilayah penyebaran OPM bersama prajurit TNI tersebut. Menurutnya, hanya ada dua pilihan bagi mereka. Pertama, menyerah dan kembali bergabung dengan NKRI dan membangun Papua.

“Atau terus diburu oleh anggota TNI dan dibabat sampai ke akar-akarnya,” kata dia.

Asisten Operasi Kogabwilhan III Brigjen Suswatyo menyebut, Pratu Lukius bergabung dengan OPM pimpinan Sabinus Waker yang beroperasi di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Baca Juga : Kasihan Rakyat, Sudah Jatuh Kesetrum Juga

Suswatyo menyatakan Lukius sempat ditugaskan di Kabupaten Intan Jaya sejak Agustus 2020 hingga Maret 2021. Lukius diperkirakan kabur sejak 12 Februari tanpa membawa senjata, dan saat ini sudah dianggap sebagai pengkhianat dan masuk dalam daftar anggota KKB di Intan Jaya.

“Aparat keamanan dipastikan akan melakukan penindakan bila menemukannya,” ujar Suswatyo.

Bunuh Anak SMA

Baca Juga : Senayan Ajak Masyarakat Patuhi Larangan Mudik

Kelakukan teroris Papua juga makin menjadi-jadi. Setelah menembak guru dan tukang ojek, mereka juga menembak pelajar SMA asal Kampung Tagaloa, Kabupaten Puncak Ilaga.
 Selanjutnya