Dark/Light Mode

Kartini Abad 21 Harus Jadi Teladan Dalam Literasi

Selasa, 20 April 2021 17:41 WIB
Para peserta Diskusi Publik Peran Kartini Masa Kini dalam Meningkatkan Budaya Literasi, di Ruang Teater Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa, (20/4). (Foto: Dok. Perpusnas)
Para peserta Diskusi Publik Peran Kartini Masa Kini dalam Meningkatkan Budaya Literasi, di Ruang Teater Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa, (20/4). (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Raden Ajeng Kartini adalah sosok pahlawan nasional yang punya kemampuan literasi mumpuni. Lewat surat-surat yang ditulisnya, terbitlah buku "Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang telah banyak pihak mengenai pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. Maka, kaum perempuan masa kini diharapkan bisa meniru langkah Kartini.

“Dengan literasi, seseorang bisa menyerap banyak ilmu pengetahuan, berpikir kritis, dan kemampuan problem solving,” ujar Ketua DPR Puan Maharani, dalam Diskusi Publik "Peran Kartini Masa Kini dalam Meningkatkan Budaya Literasi", di Ruang Teater Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa, (20/4).

Selain itu, penting bagi para kaum ibu untuk membudayakan kebiasaan membaca di rumah. Jika anak terbiasa membaca, pikirannya akan lebih terbuka. Diharapkan, anak tersebut juga mampu menuangkan pemikirannya lewat tulisan.

Baca juga : Kemenkop Minta PLUT Harus Jadi Pusat Unggulan Layanan UMKM

“Peran ibu sangat menentukan kualitas bangsa. Karena, di balik bangsa yang berjaya, ada sosok wanita kuat di belakangnya,” kata Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando.

Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN) Reni Suzana menambahkan, Kartini di abad 21 diibaratkan seperti karakter fiksi ‘Transformers’. Yaitu yang cepat menyesuaikan di setiap keadaan, mampu berubah dengan cepat, punya bekal intelektual yang tinggi, serta kepekaan rasa.

“Kartini di abad 21 tidak lagi bicara soal kesenjangan. Batasan gender juga tidak berlaku lagi ketika dihadapkan pada suatu masalah dan keputusan mengambil solusi yang cepat. Kartini abad 21 adalah soal tantangan menyampaikan ide, pemikiran, kemampuan berargumentasi dengan baik,” imbuh Reni.

Baca juga : Pancasila Harus Jadi Mata Pelajaran Wajib, Bamsoet Minta Pemerintah Segera Revisi PP 57/2021

Senada dengan Reni, Duta Bela Negara dan Ketua Yayasan Generasi Lintas Bangsa Olivia Zalianty mengungkapkan, Indonesia patut bangga dengan sosok Kartini yang menginspirasi banyak wanita. Kartini adalah sosok pemberani. Sesuai yang dituliskan Kartini, siapa yang tidak berani tidak akan jadi pemenang.

Kartini mampu melepaskan segala sekatan dan keterbatasan peran wanita di masa lalu lewat tulisan. Namun, dalam kemajuan peradaban dan teknologi sekarang, peran ibu perlahan digantikan oleh mesin pencari, Google.

Dia pun berpesan, meski sudah ada Google, masyarakat tidak boleh meninggalkan buku. "Google memang membantu orang untuk membaca, tetapi apa yang dibaca belum tentu baik dan tepat karena tidak ada sensor disitu. Beda dengan perpustakaan,” ucap Olivia. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.